Apa Kalian Percaya Naga?

Naga adalah makhluk mitologis yang diceritakan dalam dongeng-dongeng peradaban kuno. Kalimat seperti ini atau mirip dengan ini pastinya sering kita jumpai dalam berbagai pemberitaan tentang Naga, baik internet maupun acara-acara televisi. Apa kalian pernah mempertanyakan tentang naga? Apa benar dia hanya makhluk dongeng? Bagaimana menurut kalian?. Kalau saya balik ditanya pertanyaan yang sama jawabannya adalah lebih condong ke arah kemungkinan naga memang ada bahkan mungkin sampai sekarang. Apa alasannya? Simak uraian berikut.

Apa Kalian Percaya Naga

Suatu hari saya menonton salah satu video di salah satu channel youtube harry ware. Video tersebut membahas tentang penampakan Naga, setelah ditonton hingga akhir sayangnya tetap tidak ada kesimpulan yang benar-benar bisa diambil untuk memastikan apakah Naga itu benar ada atau hanya sekedar dongeng. Didukung dengan foto atau tampilan gambar di dalam video tersebut kebanyakan hanya ilustrasi dan foto yang diklaim menjadi penampakan Naga pun kurang terlalu jelas sehingga tidak bisa dipastikan apakah itu benar-benar foto asli atau editan.

Meski begitu, karena video tersebutlah inspirasi muncul di benak saya, membuat saya mulai meragukan pendapat yang umum diikuti oleh banyak orang. Yaitu pendapat yang meyakini bahwa naga itu hanya makhluk dongeng dan tidak nyata. Ada beberapa alasan yang membuat saya mulai lebih condong ke arah meyakini bahwa informasi tentang keberadaan Naga bisa jadi benar namun dengan beberapa catatan.

1. Adanya Cerita Tentang Naga di Sepanjang Peradaban Umat Manusia.

Belum ada yang mengetahui secara pasti kapan cerita tentang naga ini pertama kali muncul. Namun banyak kalangan meyakini bahwa cerita tentang naga ini telah muncul sejak peradaban Sumeria Kuno, lalu diceritakan ulang oleh peradaban – peradaban setelahnya di banyak tempat dengan versinya masing-masing. Mesir kuno, India kuno, China kuno, Yunani kuno, Persia, Arab abad pertengahan hingga sekarang.

Dalam pandangan saya, ada 3 kemungkinan kenapa hampir semua peradaban sejak zaman dahulu hingga sekarang memiliki cerita tentang Naga. 
Kemungkinan Pertama, pada awalnya ada seseorang yang pintar berbual/ bercerita sesuatu yang aneh – aneh. Ia meramu dan menghubung-hubungkan sesuatu yang dia lihat dan dia ketahui sehingga menjadi suatu cerita yang dianggap aneh, tidak masuk akal namun menarik bagi masyarakat kala itu, di antara salah satu ceritanya adalah tentang Naga, oleh karena cerita ini dianggap menarik dan bisa menghadirkan banyak pendengar maka kemudian banyak pendongeng-pendongeng setelah itu menceritakan ulang di lain waktu dan tempat yang tentunya dengan tambahan berbagai bumbu versi masing-masing sehingga menjadi lebih menarik dari sebelumnya, dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi dan kita tahu bahwa sebagian orang sejak zaman dahulu hingga sekarang ada yang hidupnya nomaden berimigrasi dari lokasi satu ke lokasi lain baik untuk mencari tempat yang mendukung kelangsungan kehidupan mereka maupun mengungsi dari suatu bencana atau peperangan. Maka muncullah peradaban-peradaban baru di banyak tempat dengan membawa suatu konsep cerita ‘Naga’ terdahulu yang diceritakan oleh si pembual pertama kali yang pastinya dengan berbagai tambahan dan/ atau pengurangan di sana sini.

Kedua, mungkin memang benar pada awalnya ada seseorang/ beberapa orang yang melihat seekor makhluk yang langka dan menakjubkan pada masa itu yang kemudian diidentifikasi sebagai ‘Naga’ atau entah apa versi namanya pada waktu itu. Namun yang perlu dicermati bahwa bentuk dan karakteristik makhluk tersebut tidak ada yang mengetahui secara pasti kecuali dia/ mereka yang menyaksikan. Kemudian seiring berjalannya waktu dia/ mereka yang mengalami penampakan menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Maka kronologi selanjutnya akan mirip dengan kemungkinan pertama. Cerita mulut ke mulut, generasi ke generasi dengan berbagai macam tambahan dan/ atau pengurangan.

Ketiga, sebagai umat beragama saya tidak mengesampingkan adanya kemungkinan lain yang berkaitan dengan agama yakni kemungkinan adanya informasi-informasi yang bersifat supranatural mengenai makhluk aneh dan Ghaib (Salah satunya yaitu Naga) yang mungkin tidak akan ditemukan di dunia ini oleh orang-orang secara umum namun mungkin akan ditampakkan kepada orang-orang tertentu yang dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa. Karena ia bukanlah makhluk alam manusia melainkan berasal dari alam lain. 

Ketika ada sebagian orang yang benar-benar mengalami penampakan tentang sosok naga yang berasal dari alam lain itu menceritakan kepada orang lain muncullah kontroversi pro dan kontra, dari kelompok yang pro mempercayai penampakan itu kemudian menceritakan ulang kepada orang lain dari mulut ke mulut, generasi ke generasi dan akhirnya menyebar sebagaimana kemungkinan pertama dan kedua.

Pada berbagai cerita yang sudah beredar tentang Naga, salah satu kemiripan dari berbagai cerita tersebut ialah bahwa bentuk Naga adalah mirip atau lebih mendekati ular, namun bukan ular biasa dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Dalam kitab-kitab suci banyak agama, kita akan mendapati informasi tentang ular kerapkali ditemukan. Hindu, Kristen, Islam, Yahudi, Konghucu, Majusi, Bahkan Animisme Dinamisme.

Kami tidak mengklaim mengetahui semua aspek-aspek dalam berbagai agama juga tidak mengklaim semua penganut agama-agama di atas mempercayai adanya Naga, namun yang menjadi fokus adalah, semua agama mempercayai adanya alam lain di luar realitas alam manusia atau biasa di kenal dengan alam Ghaib dan dalam agama-agama tersebut ular sedikit banyak dibahas.

Dari 3 kemungkinan di atas, kemungkinan kedua atau ketiga lebih masuk akal, karena jika itu cerita omong kosong umurnya tidak akan lama waktu demi waktu orang akan bosan mendengar dan melupakannya. Namun cerita tentang Naga ini tetap eksis meskipun sudah berumur ribuan tahun.


2. Banyak Lokasi Yang Belum Terjamah

Kondisi kehidupan di zaman yang disebut modern sekarang ini tampaknya terlihat begitu terbuka. Media informasi begitu banyak tersedia, kemajuan teknologi juga berkembang dengan cukup pesat pesawat, helicopter, satelit, drone dlsb. Dengan bantuan teknologi tersebut manusia menjelajah dan mengeksplorasi berbagai lokasi di banyak tempat yang sebelumnya sulit untuk didatangi untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang alam, ini sudah menjadi sifat alami yang dikaruniakan Pencipta pada setiap Manusia.

Lalu kemudian muncul pertanyaan, berbagai penjelajahan dan eksplorasi manusia hingga abad 21 sekarang apakah sudah memuaskan rasa keingintahuan manusia? Dan apakah Penjelajahan tersebut sudah menjangkau setiap jengkal Wilayah di muka Bumi sehingga mampu menyingkap setiap informasi yang tersembunyi di setiap tempat? Tentu jawabannya masih kontroversi. Jangan buru-buru menjawab sudah atau belum.

Kalau kalian pernah menjelajah hutan/ atau mendaki gunung tentu pernah terpikir ‘wah bumi ini ternyata sangat luas ya’, jangan dulu jauh-jauh melihat ke luar negeri, di Indonesia saja masih banyak hutan – hutan yang masih alami di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, gunung – gunung yang tersebar di penjuru Indonesia meskipun seringkali didaki, nyatanya saya yakin tidak 100 persen dari wilayah gunung yang sempat diinjak kaki manusia, begitu juga pulau – pulau sunyi terpencil yang jauh dari keramaian dan jangan lupakan wilayah tak terjamah puluhan kilometer dibawa permukaan laut. Semua tempat – tempat itu masih menyembunyikan misterinya masing – masing yang belum diketahui masyarakat umum.

Mungkin satu dua orang pernah menjelajah hingga masuk jauh ke dalam hutan, mendaki gunung melewati track yang tidak umum, menjelajah jauh masuk ke dalam pulau – pulau tak berpenghuni hingga menyelam ke dasar laut. Mereka pasti punya segudang informasi tentang tempat yang ia jelajahi, suatu informasi yang tidak umum yang pasti akan menimbulkan kontroversi dan mungkin oleh banyak orang sering kali ia dianggap hanya berhalusinasi saja. 

Cerita yang sering kita dengar seperti penampakan hewan – hewan langka dan misterius hingga bertemu dengan makhluk halus. Di Kalimantan kita sering mendengar ada cerita orang yang bertemu ular yang ukuran kepalanya saja sebesar perahu, pendaki gunung sering kali bercerita tentang keangkeran tempat – tempat tertentu yang ia singgahi, penjelajah menemukan tempat – tempat yang tidak mengikuti hukum fisika normal seperti kompas yang tiba – tiba hilang arah, peralatan komunikasi tiba – tiba rusak dll.

Mungkin memang benar jika yang bercerita tidak memiliki bukti nyata seperti foto / video, bisa jadi dia hanya sekedar mengarang cerita. Namun pada kenyataannya kita tidak bisa menyangkal bahwa sebenarnya pengetahuan kita tentang alam ini masih sangat minim. Dan mungkin saja di salah satu tempat tersembunyi dan tak pernah disangka sebelumnya hidup sosok makhluk misterius itu.


3. Banyak Informasi yang Sengaja di Sembunyikan

Bagi yang menyukai hal – hal berbau konspirasi pasti akan sependapat bahwa kehidupan di dunia ini bergerak tidak seperti yang kita lihat dan kita dengar sepenuhnya. Bagaikan siang dan malam, ada informasi yang terang benderang yang bisa kita lihat dan kita alami secara langsung sehari – hari, namun banyak juga informasi gelap atau sengaja digelapkan yang mana tidak bisa dilihat orang awam secara langsung, ia sengaja disembunyikan oleh pihak – pihak tertentu yang memiliki kepentingan terhadap informasi terebut sehingga perlu kejelian dan pengamatan lebih mendalam dengan melakukan riset pribadi untuk bisa mengetahui informasi sebenarnya seperti malam hari yang memerlukan lampu atau obor untuk bisa melihat lebih jelas.

Saat ini sulit rasanya mencari media informasi baik cetak maupun elektronik yang masih kredibel. Selalu di belakangnya ada tangan – tangan Ghaib yang berkuasa untuk mengarahkan opini publik untuk kepentingan kelompok tertentu. Hal ini bukan hanya terjadi di dunia politik saja, namun juga dalam berbagai bidang pemberitaan yang akan diinformasikan untuk umum termasuk juga keberadaan makhluk aneh dan misterius seperti Raksasa, Naga, Alien dll.

Namun jangan pula ini menjadikan anda akhirnya menolak mentah – mentah informasi yang dipaparkan oleh media. Karena tidak mungkin mereka 100% menyebar informasi palsu atau dengan terang – terangan menyebar hal yang tidak benar alias hoax karena itu sama artinya dengan mereka bunuh diri. Yang jadi soal adalah dalam menyikapi informasi yang disebar melalui media massa tidak perlu terlalu fanatik

Itulah tadi alasan – alasan yang akhirnya mengubah pandangan saya mengenai Naga. Meskipun dengan alasan – alasan tersebut tidak bisa memastikan 100 % bahwa Naga memang ada, setidaknya saya tidak mentah – mentah menolak adanya kemungkinan lain tentang keberadaannya.

Terakhir yang menjadi catatan adalah tidak ada wujud Naga secara pasti dalam gambaran benak saya, karena gambar atau ilustrasi yang kerapkali muncul yang menggambarkan wujudnya hanyalah versi masing – masing penggambar. Bisa jadi dia lebih menyeramkan dari yang digambarkan selama atau mungkin sebenarnya hanya ular biasa namun memiliki ukuran yang sangat besar. Wallohu A’lam.
Bagaimana menurut kalian? Silahkan komentar di bawah!

Belum ada Komentar untuk "Apa Kalian Percaya Naga?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel