Arti Kata Pendidikan : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan komentar tentang Jenis Pendidikan

Arti kata Pendidikan


Manusia terlahir di dunia dalam kondisi tidak mengetahui apa pun atau bahasa halusnya belum bisa mengendalikan kesadarannya. Seiring berkembangnya waktu terjadi pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun non-fisik (emosional, pengetahuan, kemampuan).

Dalam proses tumbuh kembang tersebut setiap manusia membutuhkan pendidikan dari orang – orang sekitarnya, terutama orang tua sendiri. Pendidikan memiliki arti yang sangat penting sebagai pegangan dalam bertindak dan bergerak sehingga bisa mengambil arah yang benar dalam menjalani proses kehidupannya.

Maka sudah seharusnya bagi setiap manusia mengetahui makna pendidikan itu sendiri, apa yang dimaksud dengan pendidikan? Apa fungsi pendidikan? Apa tujuan pendidikan? Ada berapa macam jenis pendidikan? Mari kita bahas jawabannya satu persatu!


Pengertian Pendidikan

Ada berbagai macam pengertian pendidikan yang beredar di sekitar kita, meskipun secara tekstual berbeda – beda namun sejatinya memiliki arti yang sama, berikut di antaranya :

Pendidikan dalam artian bebas adalah segala upaya yang dilakukan untuk mengarahkan seseorang untuk menemukan takdir kehidupannya. Proses pengarahan yang dimaksud adalah dengan memberitahukan informasi, mengajarkan keterampilan atau melatih kemampuan yang dibutuhkan sehingga dengan semua proses pengarahan tersebut seseorang memiliki kelengkapan informasi, kecakapan ketrampilan dan kemampuan untuk menemukan takdir kehidupannya.

Pendidikan juga bisa didefinisikan sebagai suatu proses pengajaran yang diwariskan dari satu generasi ke generasi setelahnya secara terus menerus. Pengajaran yang dilakukan bisa berupa pemberitahuan semua informasi atau yang biasa dikenal dengan ilmu pengetahuan, pelatihan ketrampilan dan penelitian sesuatu yang belum diketahui secara jelas sebelumnya.

Menurut Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, Pendidikan adalah sebuah proses yang menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak – anak peserta didik agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya.

Prof. Martinus Jan Langeveld, seorang professor ilmu pendidikan yang menjadi ketua pedagogi di Universitas Utrecht, Belanda mengatakan “Education is every interaction that happens, is every association that occurs between adult with children, is a field or a state where the educational work in progres” jika diartikan secara bebas kira – kira “Pendidikan adalah setiap interaksi yang terjadi antara orang dewasa dan anak – anak (orang yang belum berpikiran dewasa) dalam setiap perkumpulan yang mana di dalamnya terdapat kemajuan dalam segala hal yang berhubungan dengan pendidikan.”

Menurut Aristoteles, Filosof Yunani Kuno, Education is the creation of a sound mind in sound body (membuat suara pikiran menjadi bahasa gerak tubuh, dalam arti setiap gerak gerik tubuh harus sepenuhnya dipertimbangkan oleh cara berpikir yang tepat agar tidak salah arah dan tersesat).
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang, dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Tentu selain beberapa pengertian di atas Anda bisa memaknai pengertian versi Anda masing – masing, tidak harus terpaku dalam salah satu pendapat. Pendapat boleh berbeda – beda secara tekstual namun hakikat makna tetap harus selaras.

Fungsi Pendidikan

Dari berbagai pengertian atau definisi dari pendidikan di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pendidikan berfungsi sebagai :
  • Melatih kemampuan dan keterampilan seseorang agar lebih mumpuni
  • Untuk mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi selanjutnya
  • Untuk menumbuhkan cara berpikir kritis dan penuh rasa ingin tahu sehingga setiap manusia tergerak untuk melakukan penelitian dalam mengembangkan informasi yang sudah didapatkan.
  • Untuk mendewasakan cara berpikir seseorang
  • Untuk mengupayakan terjadinya perubahan sikap dan perilaku seseorang agar menjadi lebih baik.

Tujuan Pendidikan

Aristoteles mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah “the welfare of individuals so as to bring happiness in their lives” (kesejahteraan bagi setiap individu agar tercipta kebahagiaan dalam kehidupannya).

Sedangkan menurut UU No. 2 Tahun 1985, Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggung jawab terhadap bangsa.

Saya pribadi berpandangan bahwa tujuan pendidikan adalah agar manusia bisa kembali menemukan jalan takdirnya, dengan mengingat kembali dari mana ia berasal dan ke mana ia akan menuju.

Jenis – Jenis Pendidikan

Secara umum jika disuruh menyebutkan jenis pendidikan, maka yang terpetakan di pikiran banyak orang adalah Pendidikan Formal, Non-Formal dan Informal.

Pendidikan Formal adalah pendidikan yang memiliki izin dan mengikuti peraturan yang sah dari Dinas Pendidikan (Pemerintah), biasanya pendidikan formal memiliki struktur dan jenjang yang bertingkat mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta

Pendidikan Non-Formal adalah suatu pendidikan yang dilakukan oleh suatu lembaga yang berada di luar naungan Dinas Pendidikan (Pemerintah) yang biasanya difungsikan sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa didik Seperti contoh : Lembaga Kursus, lembaga pelatihan, Kelompok Belajar, TPQ, TPA dll


Sedangkan Pendidikan Informal adalah pendidikan yang dianggap tidak resmi yang biasanya lingkupnya di sekitar keluarga dan lingkungan siswa didik sendiri dimana pendidikan dilakukan secara sadar dan bertanggungjawab.

Mungkin bagi sebagian kecil orang muncul pertanyaan kenapa pendidikan perlu dibagi bagi menjadi beberapa jenis seperti yang disebutkan? Bukankah semua pendidikan itu memiliki tujuan yang sama?

Formal menurut KBBI adalah sesuai dengan peraturan yang sah. Berarti non-formal adalah tidak sesuai dengan peraturan yang sah. Sedangkan arti kata informal menurut KBBI adalah tidak resmi. Penyebutan Formal, non-formal dan informal sendiri sebenarnya tidak terlalu jelas batasannya dan sering kali memunculkan kerancuan dalam pengkategorian jenis pendidikan. Seperti contoh jika memang konsisten dengan makna formal menurut KBBI dalam arti mengikuti peraturan yang sah dari Dinas Pendidikan, saat ini Dinas Pendidikan juga sudah memiliki peraturan dan mekanisme yang mengatur perizinan untuk lembaga - lembaga kursus, lantas apakah lembaga kursus bisa disebut sebagai Pendidikan Formal?

Di sisi lain, penamaan jenis pendidikan semacam ini memberi kesan bahwa pendidikan selain yang dibawah naungan Dinas Pendidikan (Pemerintah) adalah pendidikan yang illegal karena tidak sesuai peraturan yang sah/ tidak resmi. Betapa mirisnya hal semacam ini.

Dengan penamaan seperti itu, seakan – akan pemerintah (Dinas Pendidikan) ingin memonopoli sistem pendidikan di masyarakat. Padahal seharusnya pendidikan terbuka untuk umum dan siapapun yang memang mampu dan dipercaya masyarakat untuk mendidik maka hal itu juga selayaknya disebut pendidikan.

Intinya adalah kiranya sudah tidak relevan jika pendidikan saat ini masih dikategorisasi atau dikelompokkan menjadi bermacam jenis. Tidak perlu menyempitkan makna sejati pendidikan yang pada dasarnya sangat luas sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam berbagai pengertian sebelumnya.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Arti Kata Pendidikan : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan komentar tentang Jenis Pendidikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel