Dahulukan Pelajaran Pokok Ini Pada Anak Sebelum Mengajarkan Yang Lain

Di sekolah seorang murid diajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang bermacam macam. Biasanya dikenal sebagai mata pelajaran sekolah. Untuk setiap jenjang kelas, ada sekitar 10-15 mata pelajaran yang umum diajarkan di sekolah – sekolah. Jumlahnya berbeda – beda tergantung kebijakan sekolah masing – masing.

Dahulukan pelajaran pokok ini sebelum pelajaran yang lain


Setiap orang tua/ guru hendaknya mengetahui bahwa ada pelajaran utama dan pokok yang wajib dikuasai oleh anak. Pelajaran ini hendaknya diajarkan terlebih dahulu sebelum mengajarkan ilmu pengetahuan yang lain, karena pelajaran ini memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan hidup anak hingga akhir hayatnya kelak.

Apa saja pelajaran pokok tersebut? Berikut penjelasannya :

1. Mengenalkan Anak Kepada Penciptanya

Pelajaran pertama adalah perkenalan. Ada pepatah yang berbunyi ‘tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta’, pepatah ini mengandung makna yang mendalam dari arti sebuah perkenalan. Orang yang tidak saling mengenal maka kecil kemungkinan untuk bisa saling mencintai satu sama lain. Padahal cinta adalah hal yang sangat mendasar dalam setiap sisi kehidupan manusia. Andai tidak ada cinta, maka dunia tidak akan tercipta, tanpa adanya cinta kehidupan manusia akan terus menerus berada dalam kekacauan, permusuhan, perang dlsb. Begitu pula dengan perkenalan kepada Tuhan. Bagaimana seseorang bisa mencintai Tuhan jika belum mengenalNya.

Tuhan bahkan harus diperkenalkan sedini mungkin oleh orang tua kepada anak ketika ia sudah mulai bisa memahami sesuatu karena pelajaran di waktu muda akan membekas dalam hati dan mudah diingat hingga tua. Untuk itu mau tidak mau orang tua juga dituntut untuk mengenal sebaik mungkin sosok Tuhan sebelum mengenalkan kepada anak.

Proses memperkenalkan Tuhan berbeda dengan memperkenalkan benda – benda yang terlihat. Tuhan bisa diperkenalkan melalui sifatNya, tanda kekuasaanNya, menceritakan kisah hidup orang – orang shalih atau menjadikan setiap momen yang dialami anak sebagai sarana memperkenalkannya pada Tuhan. Misalnya suatu hari mengajak anak jalan – jalan melihat sungai, gunung, tumbuh – tumbuhan dll, kemudian mengatakan bahwa itu semua adalah cintaanNya, Tuhan mampu menciptakan segala sesuatu. Suatu hari anak terjatuh dari pohon kakinya terluka, maka orang tua seraya mengobati juga mengatakan bahwa Tuhan mengingatkan ia agar berhati – hati dalam melakukan sesuatu dan bersyukurlah kepadaNya karena untung yang terluka tidak terlalu parah, dlsb.

Memang tidak mudah, namun dengan senantiasa berusaha dan memohon petunjuk, semoga Dia berkenan memberikan pemahaman yang baik dalam hati anak.

Di sekolah pelajaran ini dikenal dengan Ilmu Tauhid, yaitu ilmu yang mempelajari tentang semua sifat Tuhan. Namun memperkenalkan anak kepada Tuhan dalam dunia nyata dalam arti menghubungkan setiap momen yang ia alami dengan Tuhan, hal itu akan lebih membekas dalam hati anak daripada hanya sekedar menyuruh anak membaca teks sifat-sifat Tuhan.

2. Melatih Anak Untuk Memiliki Akhlak Yang Baik.

Pelajaran pertama dan kedua adalah satu paket yang tak terpisahkan, memperkenalkan tentang Tuhan, secara otomatis mengajarkan kepada anak untuk bertingkah laku yang baik. Begitu pula sebaliknya, Mengajarkan akhlak yang mulia secara otomatis akan berhubungan dengan pengenalan sifat-sifat Tuhan yang juga mulia (asma’ul husna).

Tingkah laku tidak hanya bisa dilatih melalui ucapan namun harus langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari oleh anak sedini mungkin. Untuk itu orang tua sekaligus akan menjadi sosok guru yang tingkah lakunya akan diteladani dan menjadi contoh nyata yang akan diperhatikan anak.
Di antara akhlak yang baik yang perlu dilatih oleh anak sejak usia dini adalah jujur, amanah, rendah hati, bersikap sopan santun, menghormati hak orang lain, ringan tangan membantu orang lain, dermawan, pemberani, rajin, menumbuhkan rasa ingin tahu, dll.


Yang harus dihindari oleh orang tua adalah menyuruh tanpa memberi contoh terlebih dahulu, karena hal itu akan terekam di dalam otak anak bahwa sikap seperti itu dibenarkan, maka suatu saat anak akan terbiasa untuk pintar berbicara tanpa bisa melakukan hal yang diucapkan.

3. Mengajarkan CALISTUNG (Baca, Tulis, Berhitung)

Seiring berkembangnya waktu ketika dirasa anak sudah siap menerima suatu pengajaran, sedikit demi sedikit anak mulai diajarkan 3 hal pokok ini. Calistung adalah ibarat sebuah kunci untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Maka hal ini perlu diajarkan terlebih dahulu sebelum mengajarkan ilmu pengetahuan yang lain.

Dalam sistem pendidikan sekolah saat ini pelajaran Calistung sudah mulai diajarkan kepada anak sejak ujian 5-7 tahun. Hal ini bagus karena pada seumuran itu anak berada pada tingkat rasa ingin tahu yang tinggi.

Namun yang menjadi catatan adalah bahwa setiap anak memiliki tingkat pemahaman atau tingkat penyerapan informasi yang berbeda – beda, karena itu tidak semua anak bisa cepat memahami apa yang disampaikan. Maka orang tua atau guru membutuhkan kesabaran yang berlebih untuk mengajarkan anak tentang Calistung ini.

Anak kecil yang tidak kunjung memahami apa yang disampaikan bukan berarti dia anak yang bodoh, mungkin orang tua atau guru yang mengalami hal ini perlu mengganti metode pengajaran dengan cara – cara lain yang merangsang otak anak untuk berpikir sehingga mudah menyerap informasi yang disampaikan.

Kemarahan dan perkataan – perkataan buruk yang dilontarkan kepada anak ketika mengajar hanya akan membuat anak semakin tidak suka belajar, cepat merasa bosan dan mudah frustasi. Semua orang tua atau guru perlu memahami hal ini demi rasa cinta yang tanggung jawab yang besar terhadap anak.
Demikian 3 pelajaran pokok yang perlu diperkenalkan dan dikuasai oleh seorang anak sebelum mempelajari ilmu pengetahuan yang lain. Pelajaran – pelajaran ini akan menjadi dasar atau pijakan yang kokoh sehingga ia tidak mudah terombang – ambing ketika menghadapi berbagai godaan dunia yang terus menerus menerpa dalam perjalanan hidupnya dan diharapkan anak akan menjadi sosok yang tidak hanya mengandalkan intelektualitas dalam mengambil keputusan namun juga menjunjung tinggi moral dan etika.

Sekian, semoga bermanfaat.


Belum ada Komentar untuk "Dahulukan Pelajaran Pokok Ini Pada Anak Sebelum Mengajarkan Yang Lain"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel