Ilmu Pengetahuan Manusia (Sebenarnya) Masih Dangkal

Ilmu pengetahuan di zaman modern ini sudah berkembang sedemikian pesatnya. Dengan didukung oleh berbagai kreasi teknologi yang telah dibuat, manusia memacu dirinya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan ke arah yang lebih jauh lagi. Bagaikan meminum air laut semakin diminum semakin haus, ini adalah infitiny game permainan yang tak pernah berakhir dalam kehidupan manusia.
ilmu pengetahuan belum terlalu maju

Sejenak muncul pertanyaan, sudah sejauh mana ilmu pengetahuan yang dicapai oleh umat manusia? Apakah sudah diketahui semua hal yang ada di alam semesta ini? Saya berani mengatakan jawabannya belum terlalu jauh, jika diibaratkan langkah kaki, mungkin manusia baru melangkah beberapa langkah saja dalam menempuh perjalanan yang sangat jauh.

Kenapa saya berani mengatakan bahwa ilmu pengetahuan belum terlalu maju? Berikut alasannya.

Perspektif Perbandingan

Jika ukuran maju itu diperbandingkan dengan kehidupan manusia di masa lampau, memang akan terlihat bahwa ilmu pengetahuan saat ini sudah demikian maju, namun jika membandingkannya dengan alam semesta secara keseluruhan, maka akan disadari bahwa pengetahuan manusia belum ada apa apanya. Jangankan jauh – jauh ke atas langit, di bumi saja masih terkandung banyak sekali misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh pengetahuan umat manusia. Di bidang apapun selalu ada misteri yang tidak terpecahkan kedokteran, geografi, sejarah, fisika, matematika, ilmu sosial, psikologi, pertanian dlsb. Bahkan bentuk bumi bulat atau datar atau telur atau lonjong masih diperdebatkan.

Mungkin ada yang menyangkal, itu kan hanya sebagian orang yang memperdebatkan tentang bentuk bumi, sebagian besar sudah memiliki pemahaman yang selaras. Ya okelah di sini tidak akan dibahas perdebatan bentuk bumi karena akan keluar dari pokok permasalahan. 

Selain bentuk bumi, masih banyak hal lain dalam ilmu pengetahuan tentang alam ini yang sering kali memunculkan perbedaan pendapat, berbagai teori bermunculan dari orang yang mengaku atau diakui sebagai ilmuwan. Namun bukanlah itu semua hanya teori yang didasarkan pada asumsi, maka pada dasarnya yang berteori pun belum sepenuhnya mengetahui yang sebenarnya, ia hanya mengasumsikan jawaban dari suatu persoalan berdasarkan pengetahuan yang ia miliki itu pun tidak menutup kemungkinan teorinya mengandung kekeliruan.

Keterbatasan Kemampuan Indra Manusia

Tahukah kalian ketajaman mata manusia lebih rendah 4 sampai 5 kali daripada burung elang? elang bisa melihat dengan jelas sebuah objek dari ketinggian 10 lantai. Ada banyak hewan yang indra penciumannya lebih tajam dari manusia diantaranya Beruang, beruang bisa mendeteksi adanya musuh dari penciumannya dari jarak puluhan kilometer. Indra pendengaran kelalawar lebih baik dari manusia, ia bahkan bisa bergerak dengan bebas di malam hari dengan mengandalkan pendengarannya. Mungkin belum banyak orang tahu meskipun Sapi dikenal hanya hewan pemakan rumput, namun indra pengecapnya lebih baik berkali lipat dari pada manusia, ia bisa membedakan tanaman mana yang mengandung racun sehingga bisa terhindar dari bahaya keracunan. Begitupun dengan indra peraba, saya berkeyakinan banyak makhluk lain yang memiliki indra peraba yang jauh lebih baik dari manusia.

Karena keterbatasan itulah secara otomatis akan ada banyak sisi sisi di alam semesta yang tidak akan bisa dijamah oleh manusia, sehingga seberapapun jauhnya pengetahuan otak manusia  mengimajinasikan atau mengasumsikan alam semesta, ada batas – batas tertentu yang tidak bisa dilewati dan diketahui secara akurat dan presisi.


Ilmu Pengetahuan Belum Bisa Menjangkau Alam Lain di luar Alam Kehidupan Manusia

Inilah salah satu batas yang sulit ditembus oleh kemampuan indra yang dimiliki manusia. Kita sering mendengar cerita cerita yang jika dilihat dengan ukuran kacamata ilmu pengetahuan manusia yang terbatas terlihat mustahil. Apakah semua cerita aneh yang menyangkut dunia supranatural yang beredar di banyak tempat hanya takhayul belaka atau hanya cerita dongeng omong kosong? Tidak, sama sekali tidak, saya tidak akan berani mengatakan seperti itu. 

Mungkin memang ada sebagian cerita yang hanya berupa karangan atau imajinasi, namun ada lebih banyak yang merupakan cerita nyata. Seperti cerita orang terkena santet perutnya berisi banyak paku, 

Jika Anda percaya akan adanya Tuhan tentu juga mempercayai bahwa ada makhluk lain di alam lain yang juga diciptakan olehNya. Manusia hidup berdampingan dengan mereka, namun karena keterbatasan indra yang dimiliki mengakibatkan manusia tidak menyadari keberadaan mereka. Pengetahuan tentang alam lain bukanlah hanya terbatas pada percaya atau tidak pada cerita hantu yang beredar, namun lebih dari itu. Bagi yang penasaran tentu ingin mengetahui tentang siapa saja mereka, bagaimana cara hidup mereka, kemampuan apa yang mereka miliki, dlsb. Tentu akan menarik jika sudah mengetahui jati diri makhluk dari alam lain tersebut, mereka bisa diajak bekerja sama dalam kebaikan untuk mewujudkan kedamaian di alam semesta ini.


Dari beberapa alasan yang mengganggu pikiran di atas menjadikan saya akhirnya berani mengatakan bahwa sebenarnya ilmu pengetahuan manusia sebenarnya masih dangkal. Masih banyak hal yang mengharuskan umat manusia untuk lebih menundukkan diri dan merendahkan hati. Dengan begitu kita akan terhindar dari menjadi bahan tertawaan dan olok - olok makhluk lain yang mengamati kebodohan umat manusia yang tidak sadar diri. Selain itu dengan menyadari bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki masih dangkal maka keinginan untuk memperdalam akan terus tumbuh.

Sekian bahasan yang bisa kami sajikan, jika anda memiliki pendapat lain akan lebih baik, itu hak Anda untuk berpendapat. Yang penting tetap saling menghormati pendapat masing – masing dan tidak saling menyalahkan. Wallohu a’lam bis showaab. 😊


Belum ada Komentar untuk "Ilmu Pengetahuan Manusia (Sebenarnya) Masih Dangkal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel