Ilmu Untuk Mewujudkan Konsep Rumah Idaman

rumah idaman diwujudkan dengan ilmu pengetahuan


Alangkah senangnya jika punya rumah yang meskipun kecil di sekeliling rumah terdapat banyak tanaman hijau yang bermacam – macam, dengan begitu saya membayangkan kehidupan di dalam rumah terasa damai dan asri. Bagi saya konsep rumah idaman tidak perlu mewah yang penting aman dan ramah lingkungan. Namun untuk mewujudkan itu tidaklah muda, ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peranan besar untuk membantu mewujudkannya.

Siklus Rumahan

Layaknya tubuh manusia, setiap rumah yang berpenghuni mengalami siklus yang selalu berputar silih berganti setiap saat, dimulai masuknya bahan pangan dan air serta pasokan energi kemudian diolah hingga menghasilkan limbah sampah dalam bentuk yang bermacam – macam. Lalu kembali lagi memasok kebutuhan, menghasilkan sampah begitu seterusnya.

Pasokan energi pokok yang dibutuhkan umumnya berupa energi listrik, dari listrik ini kemudian akan dikonversi menjadi banyak energi lain seperti energi gerak (kipas angin, mesin cuci dll), energi panas (Rice Cooker, Setrika dll) dan energi cahaya (lampu, televisi, radio dll).  Selama ini kebanyakan rumah memenuhi kebutuhan listrik dan airnya dari pelayanan yang disediakan oleh pemerintah, PLN yang dijadikan badan usaha milik negara (BUMN) dikhususkan sebagai perusahaan penyedia pasokan Listrik, sedangkan air disediakan oleh perusahaan lain yaitu PDAM. 

Untuk menggunakan layanan PLN dan PDAM masyarakat wajib mengeluarkan sejumlah biaya yang sudah ditentukan oleh negara. Harga – harga tersebut selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu karena dipengaruhi oleh terjadinya inflasi. Untuk biaya listrik saat ini umumnya masyarakat mengeluarkan biaya sebesar 100rb hingga jutaan rupiah tergantung beban pemakaian di dalam rumah. Sedangkan air harganya lebih bersahabat di kisaran mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. 

Beda halnya dengan listrik, sumber air umumnya mudah diperoleh oleh masyarakat kecuali di wilayah – wilayah tertentu yang sedang mengalami kekeringan. Banyak masyarakat yang tidak membutuhkan layanan PDAM, mereka bisa mencukupi kebutuhan air sendiri dengan menggali sumur di tempat masing – masing.

Untuk limbah sampah, sedikit banyak setiap rumah menghasilkannya setiap hari. dari yang kecil dan ringan (botol minum, sisa bahan makanan) hingga bahan berbahaya (zat kimia beracun yang terkandung dalam bahan bahan tertentu). Jika sampah – sampah ini dikumpulkan dalam satu wilayah se-kabupaten saja bisa terkumpul ratusan ton sampah setiap harinya. Oleh karena itu di setiap daerah selalu dibutuhkan tempat khusus untuk mengumpulkan dan mengolah sampah yang begitu banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Problem pengolahan limbah sampah dari dulu hingga sekarang masih menyisakan ruang untuk dikaji kembali. Begitu banyak ide bermunculan untuk pengelolaan sampah dari skala rumahan hingga keperluan industri daur ulang sampah. Namun ide tersebut tidak akan ada hasilnya jika masyarakat sendiri banyak yang belum memiliki kesadaran dalam memperlakukan sampah yang dihasilkannya. Himbauan yang sering di sepelekan orang, ‘jangan membuang sampah sembarangan’ begitu penting maknanya jika seseorang sadar betapa seriusnya masalah ini sebenarnya.

Konsep Rumah Idaman

Bagi saya, konsep rumah idaman adalah rumah yang bisa mengelola siklus yang saya maksud di atas secara independen. Jika terwujud mimpi itu, maka predikat ramah lingkungan secara otomatis akan melekat padanya, juga tanpa adanya ketergantungan yang besar dari luar, maka rumah akan terasa aman tenteram, biarlah harga – harga kebutuhan pokok naik, efek yang terasa di rumah kita tidaklah banyak terpengaruh.

Bagaimana wujud rumah tersebut? Gambaran yang muncul di benak saya adalah rumah yang memiliki sisa lahan tanah kosong di sekitarnya yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan siklus yang dimaksud. Jadi teringat dengan kehidupan di desa jaman dulu, di mana rumah nenek dan tetangga – tetangga sekitar tidak se ‘megah’ sekarang. Dulu hampir setiap rumah memiliki halaman di depan, samping dan belakang rumah, tidak dibangun saling berdempetan seperti sekarang. Lahan tersisa di sekeliling rumah ditanami dengan berbagai macam tanaman, kebanyakan biasanya pohon mangga, yang mana ketika sudah besar daunnya rindang, akan membuat rumah jadi terasa sejuk. Meskipun konsekwensinya, tiap kali musim gugur harus sering menyapu halaman karena kotor oleh daun – daun yang berguguran.

Saat ini di mana teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang, banyak terobosan yang muncul untuk mengatasi krisis energi yang mulai mengancam. Mulai banyak bermunculan pembangkit listrik yang dibuat memanfaatkan bermacam sumber daya alam terbarukan, tidak lagi sumber daya fosil minyak atau batu bara sebagaimana sebelumnya seperti contoh memanfaatkan energi angin (PLTB), energi matahari (PLTS), energi aliran air (PLTA). Ini semua sangat bermanfaat membantu manusia bertahan dari krisis energi.

Sebuah konsep rumah idaman sebisa mungkin menerapkan salah satu teknologi pembangkit di atas, cukup dengan skala kecil khusus rumahan. Seperti PLTS, atap - atap rumah adalah tempat yang cocok untuk dimanfaatkan memasang panel – panel surya yang berguna menangkap panas yang dihasilkan oleh sinar matahari yang kemudian dikonversi menjadi listrik.

Urusan air juga tidak perlu bergantung pada layanan PDAM. Untuk itu penggalian sumur untuk mencari sumber air bersih mutlak dibutuhkan dalam konsep rumah idaman. Namun, sumber air dalam tanah tidaklah sama antara satu tempat dengan tempat lain maka mau tidak mau untuk sebuah rumah idaman dibutuhkan lokasi yang cocok yang memang memiliki kualitas sumber air yang masih bagus. Secara umum kondisi sumber air di kota – kota besar kualitasnya masih kalah dengan daerah pedesaan karena kesehatan alamnya masih cukup terjaga.

Terakhir yang perlu diperhatikan adalah urusan pengelolaan limbah sampah. Sebuah rumah idaman haruslah memiliki sistem pengolahan yang mumpuni. Ilmu tentang pengelolaan sampah pun cukup luas. Sampah ada bermacam jenis, di mana tiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pengelolaannya tidak bisa diperlakukan sama. Seperti sampah organik misalnya, jenis sampah ini manfaatnya cukup besar. Jika dikelola dengan tepat, ia bisa menghasilkan energi biogas yang mengeluarkan energi panas untuk proses pembakaran, juga bisa dikonversi menjadi energi listrik. Jenis sampah yang lain juga memiliki manfaatnya masing – masing jika dikelola dengan tepat.

Hanya saja, semua penjelasan konsep rumah idaman di atas masih berupa angan – angan dalam benak saya, namun impian itu bukan sesuatu yang mustahil untuk wujudkan. Untuk itu, dibutuhkan biaya yang relatif besar dan ilmu pengetahuan yang luas dalam banyak bidang. Andaipun Tuhan tidak memberi kesempatan untuk mewujudkan semua, setidaknya mengusahakan salah satunya. Misalnya yang terpenting adalah urusan pengelolaan sampah karena memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan sekitar yang secara otomatis juga berdampak pada kehidupan manusia sendiri.

Demikian, semoga ada manfaatnya untuk menambah wawasan.

Belum ada Komentar untuk "Ilmu Untuk Mewujudkan Konsep Rumah Idaman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel