Jangan Bermimpi Menguasai Seluruh Mata Pelajaran di Sekolah

Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah saat ini sangat beragam mencakup hampir semua ilmu pengetahuan. Matematika, IPA, Bahasa Asing, Akhlaq, Ilmu fiqh dlsb. Bagi seorang pelajar tentu sedikit banyak timbul keinginan untuk menguasai semuanya. Namun apa mau dikata keinginan tersebut hanyalah angan – angan karena pada kenyataannya bahkan untuk menguasai satu atau dua mata pelajaran saja rasanya butuh usaha begitu keras setengah mati.

Jangan bermimpi untuk menjadi sempurna, tapi berusahalah menjadi sempurna

Ilmu pengetahuan yang tersebar di dunia ini begitu luas. Seorang manusia tidak akan mampu untuk menguasai seluruhnya seorang diri. Dengan begitu, diharapkan manusia mau bekerja sama satu sama lain. Seseorang diciptakan dengan bekal minat dan bakat masing – masing. Perbedaan inilah nantinya yang akan menuntun manusia untuk rendah hati, merasa bahwa dirinya bukanlah makhluk paling sempurna bukan makhluk paling pintar di muka bumi. Oleh karena itu untuk menuju kesempurnaan dibutuhkan suatu hubungan yang harmonis dan kerja sama antara satu dengan yang lain secara terus menerus.

Kritik Sistem Pendidikan Sekolah

Namun sayangnya sistem pendidikan sekolah kita saat ini kurang mencerminkan hal itu. Sistem yang diterapkan mengarahkan siswa untuk berlomba menjadi siswa paling pandai, memiliki nilai paling tinggi mengalahkan teman sekelasnya. Dengan begitu ia bisa menduduki peringkat pertama di kelas masing – masing dan akan disebut sebagai juara kelas bila perlu melakukan persaingan yang tidak fair agar keinginannya terwujud. Karena dengan menjadi juara kelas ia akan berhak menerima beragam penghargaan berupa piala atau hadiah yang lain.

Di satu sisi sistem tersebut memang baik karena akan memacu siswa agar bersemangat dalam belajar, namun di sisi lain hal ini akan menjerumuskan pola pikir siswa ke arah yang keliru. Siswa yang berebut menjadi juara kelas sulit rasanya bagi mereka untuk bisa menentukan tujuan belajar yang sebenarnya. 

Coba sesekali seorang guru melakukan survei pada siswa didiknya yang rajin belajar, kenapa ia rajin belajar? Apa yang diharapkan? Saya yakin sebagian besar akan menjawab karena ingin mendapat nilai yang bagus, agar bisa menjadi juara kelas, agar menjadi lebih pandai dari teman yang lain atau semacamnya. Hanya sebagian kecil atau bahkan tidak ada yang akan menjawab ia rajin belajar karena murni merasa ingin tahu, ia rajin belajar karena memang suka belajar, ia rajin belajar karena ingin membantu teman lain yang belum memahami pelajaran agar sama – sama paham atau niat belajar yang luhur lainnya.

Karena itu, hal semacam ini perlu menjadi kajian utama dalam sistem pendidikan di sekolah. Kesadaran bahwa manusia tidak akan mampu menguasai seluruh ilmu pengetahuan di alam semesta dan bekal minat bakat yang berbeda – beda harus ditanamkan dalam diri setiap siswa, selain itu para guru juga berkewajiban memberi arahan agar siswa tidak melenceng dalam memilih tujuan belajarnya.

Kesadaran Yang Seharusnya Dimiliki

Sistem pendidikan yang baik adalah sistem yang bisa membantu siswa menemukan minat dan bakat yang terpendam di dalam dirinya untuk kemudian secara konsisten melatih dan mengasahnya sehingga menjadikan siswa tersebut seorang ahli di bidang yang ia minati dan berbakat di bidang tersebut. Seseorang yang bergerak didasari atas minat/ keinginan/ kecenderungan akan merasa jauh lebih ringan langkahnya dan lebih bahagia daripada memaksakan diri mempelajari apa yang sebenarnya tidak diinginkan. Sedangkan dengan bakat yang dimiliki membuatnya cepat menguasai dan mengembangkan apa yang dipelajari.

Kesadaran semacam ini pada akhirnya juga akan memberi peringatan kepada setiap guru agar tidak memaksakan setiap murid mampu menguasai seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Bukan berarti hal ini meremehkan kemampuan seorang murid, namun lebih kepada memberi orientasi yang tepat dalam proses belajar siswa. Boleh saja seorang murid ingin menguasai seluruh mata pelajaran justru itu sangat baik asalkan ia memiliki niat yang tulus. Belajar bukan ditujukan mencari pengakuan agar dianggap menjadi yang terbaik namun memiliki niat membantu teman yang lain agar mampu memahami pelajaran bersama – sama.

Terakhir, kita semua berharap agar sistem pendidikan sekolah di Indonesia mampu menciptakan kader – kader terbaik yang berguna bagi nusa dan bangsa, bukan hanya mencetak generasi pintar yang hanya menggunakan kepintarannya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Sekian uneg – uneg yag bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Bermimpi Menguasai Seluruh Mata Pelajaran di Sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel