Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Rajin (Bag. 2)

Melatih Anak Agar Rajin

Arti Penting Rajin

Keberhasilan yang diraih oleh seseorang selalu berpangkal pada sifat rajin. Rajin ibarat suatu jalan terjal yang wajib dilalui oleh setiap orang yang mendambakan keberhasilan. Barang siapa yang bersedia menempuh jalan tersebut & bisa bertahan hingga akhir dialah yang akan mendapatkannya, tiada keberhasilan yang tidak melalui jalan tersebut.

Rajin sendiri adalah suatu sikap yang menuntut seseorang untuk terus berusaha, bersungguh – sungguh, giat, konsisten dan pantang menyerah dalam menjalani sesuatu untuk mencapai apa yang diharapkan. Misalnya seseorang bercita – cita ingin menguasai ilmu otomotif, ia berangan – angan suatu hari bisa membuat atau merakit kendaraannya sendiri dengan ilmu yang ia kuasai. Maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya selain rajin belajar, dalam arti ia harus terus berusaha, bersungguh – sungguh, giat, konsisten dan pantang menyerah dalam menuntut ilmu Otomotif. Atau berbagai contoh lainnya.

Yang perlu menjadi catatan adalah Rajin tidak sama dengan memaksakan diri terus menerus bekerja tanpa henti, itu namanya penyiksaan. Rajin bukan hanya ada di satu sisi saja, dalam diri manusia memiliki banyak aspek lain yang masing – masing tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari lainnya, begitu juga dengan Rajin, ia harus terus menerus berkolaborasi dengan aspek lain dalam diri setiap orang.

Sebagaimana jujur pada keterangan sebelumnya, Rajin juga harus bersifat menyeluruh, artinya dalam setiap hal, ia dituntut untuk berlaku Rajin. Seperti contoh, seseorang pelajar dalam menjalani hari – harinya tentu tidak bisa 24 jam non stop berada dalam kondisi belajar, ia juga butuh istirahat, makan minum, butuh mengevaluasi diri, bersosialisasi, membantu orang lain dan sebagainya. Dalam hal lain tersebut sifat Rajin tentu juga harus berperan, untuk bisa menjalani hari – hari dengan semangat, pelajar tersebut harus rajin istirahat tepat waktu, dan rajin bangun tepat waktu, rajin olahraga, rajin membantu orang tua, rajin membersihkan diri, rajin berpikir mencari solusi terbaik dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, manusia tidak bisa memandang sesuatu hanya dari satu sisi, juga tidak bisa hanya memiliki satu sifat yang ditonjolkan, semua harus memiliki keseimbangan yang baik agar memberikan hasil yang bermanfaat dalam kehidupannya.

Inilah salah satu moral yang harus ditanamkan pada anak – anak sejak dini. Dengan membiasakannya sejak kecil diharapkan ketika dewasa ia tidak lagi merasa kesulitan karena sudah terlatih sejak kecil. Untuk menanamkan sifat rajin sebenarnya tidaklah terlalu sulit, namun juga tidak bisa dikatakan mudah. 


Cara Melatih Anak Bersikap Rajin

Kita bisa memulai dengan memberikan pemahaman tentang arti penting Rajin bahwa banyak hal yang dicita – citakan pasti bisa dicapai dengan selalu rajin berusaha. Tidak berhenti di situ, bagi orang tua adalah merupakan kewajiban untuk memberi keteladanan tanpa henti dalam bersikap Rajin, dengan itu secara otomatis anak akan juga akan sedikit demi sedikit mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Dimulai dengan sesuatu yang sederhana, seperti membiasakan diri tidur cukup agar bisa bangun tepat waktu untuk melakukan aktivitas rutin dengan semangat. Jangan salah, bagi sebagian orang mengatur pola istirahat tidaklah mudah, dengan kesibukan yang cukup padat pola istirahat pun kacau, bahkan tidak sedikit yang mengalami frustasi karena tubuh dalam kondisi kelelahan namun tidak bisa mengatur porsi istirahat yang cukup. Maka untuk pertama orang tua perlu melatih anaknya sejak dini untuk rajin menjaga pola tidur secara teratur.

Setelah itu, latihan ditingkatkan dengan membiasakan anak rajin membersihkan diri sendiri dan rajin membantu pekerjaan rumah (menyapu, mengepel, memasak, mencuci dll), Di sisi lain rajin belajar juga seharusnya menjadi sesuatu yang mutlak dilatih sejak awal dikolaborasikan dengan sela – sela pola aktivitas lainnya.

Rajin belajar yang dimaksud di sini bukan hanya belajar mempelajari buku – buku pelajaran sekolah, makna tersebut terlalu sempit untuk arti belajar sesungguhnya. Setiap hal yang dilakukan dengan dari yang awalnya tidak tahu kemudian menjadi tahu itu juga disebut belajar, anak awalnya tidak bisa mencuci baju yang benar, kemudian diberi contoh cara mencuci baju yang benar itulah belajar, anak tidak bisa masak, diajari memasak itula juga belajar dlsb. Jadi, orang tua harus memperluas pemaknaan dari kata belajar itu sendiri. Dengan begitu ia bisa memosisikan sesuatu yang secara tepat.

Bersambung ...

Belum ada Komentar untuk "Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Rajin (Bag. 2)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel