Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Perempuan

Pendidikan tinggi Untuk Perempuan

Latar Belakang

Zaman dahulu ketika dunia diliputi oleh kejahiliyahan, perempuan dianggap seperti komoditas barang dagangan, mereka hampir tidak memiliki kemerdekaan sebagaimana kaum pria. Orang terbiasa saling menukar istri atau menjualnya jika terlilit kemiskinan. Memiliki anak perempuan merupakan aib memalukan bagi orang tua. Tidak sedikit yang menguburnya hidup – hidup untuk menutupi rasa malunya.

Melihat hal itu, Tuhan kemudian menurunkan rahmatnya dengan mengutus Rasul untuk membimbing umat manusia & memulihkan tatanan masyarakat yang sudah sangat terpuruk. Derajat perempuan diangkat dan dikembalikan sebagaimana fitrahnya. Hak – hak perempuan dipenuhi, dan posisinya tidak boleh lagi disamakan dengan barang dagangan, dlsb. Berkat semua ajaran yang dibawa oleh Rasul tersebut, perempuan hingga masa sekarang, kondisinya semakin membaik.

Namun ribuan tahun setelah sang Rasul wafat, keburukan sedikit demi sedikit mulai tumbuh itu semua dimulai dari hati sebagian manusia yang ditumbuhi keserakahan yang terus membesar tidak terbendung, maka dimulailah era penjajahan yang menyebar ke seluruh penjuru dunia, Indonesia adalah salah satu sasaran utama karena memiliki sumber daya alam yang sangat besar, sehingga sangat menggiurkan bagi siapapun yang serakah.

Di era penjajahan, nasib perempuan (khususnya perempuan pribumi yang terjajah) kembali sebagaimana zaman jahiliyah, mereka hanya dijadikan budak nafsu para penjajah. Kehormatan dan harga dirinya dirampas secara paksa, para penjajah terlalu tangguh untuk dilawan bukan hanya karena persenjataan mereka lebih canggih, tapi strategi politik mereka sangat licik. Sering kali taktik adu domba dilancarkan sehingga sesama masyarakat saling baku hantam yang akhirnya merekalah yang selalu menang.

Melihat hal semacam itu para ulama dan cendekiawan pribumi tergerak hatinya untuk meneliti penyebab kenapa selama ini mereka selalu ditindas dan dikalahkan, jawabannya adalah faktor pendidikan. Di zaman penjajahan, masyarakat hanya dijadikan sebagai buruh dan jongos tanpa sedikitpun diberi hak untuk mengenyam pendidikan, mungkin hanya segelintir orang dari golongan bangsawan yang bisa merasakannya. Maka para ulama dan cendekiawan bahu membahu membuat suatu wadah atau organisasi yang bertujuan untuk menberikan pendidikan yang layak kepada masyarakat, dengan begitu diharapkan akan muncul bibit – bibit unggul yang bisa membawa perubahan pada nasib rakyat pribumi kedepannya.

Para ulama dan cendekiawan sadar bahwa tujuan tersebut tidak bisa diraih secara singkat, mungkin butuh puluhan bahkan hingga ratusan tahun. Tapi tidak mengapa, karena bagaimanapun pendidikan akan tetap diperlukan sampai kapanpun bahkan hingga hari ini setelah prosesi proklamasi kemerdekaan akhirnya berhasil dikumandangkan. Berkat perjuangan dari para pahlawan termasuk di dalamnya para ulama dan cendekiawan, baik laki – laki atau perempuan, hari ini rakyat bisa merdeka dari cengkeraman penjajah dan bebas untuk memenuhi hak pendidikan mereka di mana pun berada.

Pandangan Sebagian Orang Tentang Pendidikan Bagi Perempuan

Yang menjadi masalah adalah saking lamanya penjajahan yang dilakukan, mental inlander sepertinya masih terasa hingga sekarang, khususnya di pedesaan. Banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa pendidikan hanya diunggulkan bagi laki – laki saja, sedangkan perempuan tidak perlu muluk – muluk, mengetahui pendidikan dasar saja itu sudah cukup. Toh, nanti hanya akan menjadi ibu rumah tangga yang lingkup kehidupannya hanya sekitaran rumah, dapur dan kasur. Pemikiran semacam ini tentu efeknya cukup besar jika melihatnya dalam lingkup kebangsaan yang lebih luas.

Perempuan adalah makhluk yang istimewa, mereka dipercaya oleh Tuhan untuk mengemban amanah yang sangat penting, yang mana ini tidak diberikan pada kaum pria manapun, yaitu menjadi sarana melestarikan kehidupan umat manusia. Tanpa keberadaannya tentu kehidupan umat manusia hanya terbatas di Papa Adam, sang Manusia Pertama, bapak umat manusia itu. Namun Tuhan berkehendak agar kehidupan manusia bisa lestari hingga akhir zaman kelak, maka Dia menciptakan pasangan Adam yang berjenis kelamin Perempuan.

Dengan amanah yang besar ini, secara otomatis Tuhan juga memberikan potensi yang luar biasa pada Perempuan agar bisa menjaga amanah tersebut dengan baik. Kaum hawa secara naluriah sudah disetting oleh tuhan untuk merawat, menjaga dan mendidik bayinya hingga tumbuh dewasa dan bisa hidup secara mandiri. Maka tidak heran jika kaum wanita sangat peka terhadap kondisi bayinya jauh melebihi laki – laki. Jika bayi sakit, ia seperti ikut merasakan, jika bayi tumbuh menjadi anak yang pintar betapa bahagianya dia.

Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Perempuan

Potensi besar inilah yang seharusnya menjadi perhatian bersama. Perempuan memiliki porsi waktu yang lebih banyak untuk merawat dan membesarkan anak, sehingga menjadi seperti apa anak tersebut ketika besar, kaum perempuanlah yang memiliki peran besar di dalamnya. Maka sudah sepantasnya seorang perempuan diberi hak yang tidak kalah besar dari laki - laki dalam urusan pendidikan. Seorang ibu yang berpendidikan pasti akan lebih bijaksana dalam merawat dan membesarkan putra putrinya.

Dari penjelasan di atas anggapan yang selama ini masih dianut sebagian orang yang mengatakan bahwa perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan yang muluk – muluk sangat tidak tepat. Justru perempuan harus mendapat porsi pendidikan yang tak kalah tinggi dari laki – laki. Inilah yang disebut dengan Pendidikan adalah hak segala bangsa, tidak ada batasan ras, suku, ataupun gender dalam dunia pendidikan. Semua orang memerlukannya sebagai bekal menjalani kehidupan di dunia ini.

Jika dikaji lebih jauh anggapan tersebut muncul mungkin disebabkan oleh salah satu permasalahan berikut, banyak orang yang keliru ketika menafsirkan tentang pendidikan, pendidikan dianggap sesuatu yang mahal bagi rakyat miskin, atau sebagian orang dari awal memiliki tujuan yang keliru dalam pendidikan. Permasalahan tersebut mengerucut hingga akhirnya sebagian orang mengambil kesimpulan, biarlah yang berpendidikan tinggi laki – laki, perempuan cukup pendidikan dasar saja. Makna pendidikan bisa Anda baca di artikel seputar pengertian pendidikan : fungsi dan tujuan.

Yang perlu ditekankan adalah sebenarnya arti pendidikan jauh lebih luas daripada sekolah, sedangkan sebagian orang sekarang terjebak dalam kesalahan tafsir, arti pendidikan bagi mereka menjadi lebih sempit hanya sebatas pada sekolah. Padahal makna pendidikan sesungguhnya adalah segala upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh pengetahuan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari sini kesalahan lain muncul yang menganggap bahwa pendidikan itu mahal. Kalau kita melihat dari kacamata sempit di atas anggapan semacam itu wajar, bayangkan berapa duit yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk masuk perguruan tinggi, jelas bagi rakyat kecil yang untuk makan sehari – hari saja susah jenis pendidikan di perguruan tinggi itu tidak tergapai. Maka lagi – lagi yang harus disadari adalah pendidikan lebih luas dari sekedar perguruan tinggi. Pendidikan bisa didapatkan dari manapun asal ada usaha untuk mencarinya.

Terakhir adalah perihal tujuan pendidikan. Pendidikan dalam arti luas tidak dimaksudkan untuk mencari ijazah atau untuk mendapatkan kerja, namun ia dibutuhkan agar manusia bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Baik karena ilmunya bertambah, baik karena akhlaknya semakin sopan dan baik karena ia menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. 

Urusan ijazah atau mencari kerja itu hanya nomor sekian yang seharusnya tidak perlu terlalu dirisaukan. Banyak sekali orang yang tidak memiliki ijazah, mereka tetap hidup dan bahkan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang berijazah, ilmu mereka lebih bermanfaat, akhlak mereka lebih sopan dan lain sebagainya. Jadi sangat keliru jika dikatakan perempuan tidak perlu pendidikan tinggi karena nanti hanya masuk dapur & kasur, karena dengan ilmu yang dimiliki seorang perempuan bisa mendidik dan membesarkan anaknya hingga menjadi orang hebat yang bermanfaat bagi banyak orang dan bisa berkeliling dunia bukan sekadar kasur dan dapur.


Demikian, pembahasan seputar pentingnya pendidikan tinggi bagi setiap perempuan dalam arti selalu menuntut ilmu di manapun dan kapan pun tidak terbatas hanya di sekolah atau perguruan tinggi. Dengan itu diharapkan ia bisa menjadi pribadi yang bijaksana dalam merawat, menjaga dan membesarkan anak yang dititipkan oleh Tuhan. Sekian semoga bermanfaat, wallohu a’lam.

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Perempuan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel