Pengertian dan Jenis - Jenis Surat Kuasa

Setiap orang yang hidup dalam suatu tatanan masyarakat ‘modern’ hari ini sulit terlepas dengan masalah administrasi, baik urusan bisnis, pengurusan indentitas diri, pengurusan biaya hidup, pendidikan, sosial hingga urusan kematian. Namun ternyata banyak orang yang kurang bisa mengatur aktivitas/rutinitas kesehariannya atau adanya sebab-sebab yang terjadi di luar yang direncanakan atau kurangnya penguasaan terhadap hal yang dihadapi sehingga tidak bisa melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dirinya sendiri, padahal itu menyangkut urusan-urusan yang penting. 

jenis jenis surat kuasa

Oleh karena itu dibutuhkan suatu konsep untuk menjembatani permasalahan tersebut, pada akhirnya diperkenalkan secara luas sebuah konsep pemberian kuasa kepada pihak lain untuk mewakili pemilik kuasa. Yang kemudian dalam ilmu administrasi dirumuskan dalam bentuk surat pemberian kuasa atau singkatnya surat kuasa

Suatu ketika misalnya seorang Direktur sebuah perusahaan tidak bisa menghadiri pertemuan/ perjanjian penting yang sebelumnya sudah disepakati bersama dengan klien karena sebuah alasan tertentu biasanya direktur tersebut mewakilkan kehadirannya kepada orang yang dia percaya seperti manager atau staff-staffnya yang lain yang dianggap berkompeten untuk mewakili menemui klien dan melakukan perbuatan atas nama direktur/Perusahaan.

Ketika pihak yang mewakili tersebut menemui klien dibutuhkan sebuah dokumen tertulis yang tujuannya adalah untuk memperjelas dan memvalidasi wewenang yang mewakili karena hal ini di luar kesepakatan yang seharusnya, dalam dunia administrasi dokumen tersebut dikenal dengan "Surat Kuasa". Tanpa adanya surat ini sulit rasanya bagi pihak klien untuk mempercayai orang yang mewakili ini sehingga akibatnya bisa cukup fatal terutama jika menyangkut pertemuan-pertemuan yang sifatnya penting dan sensitif. Kecuali dalam kasus-kasus tertentu pihak klien bisa memaklumi karena sudah saling mengenal.

Tetapi dalam beberapa aturan administrasi tertentu kebutuhan surat kuasa ini tetap dianggap wajib keberadaannya meskipun antara individu terkait sudah saling mengenal, seperti halnya penguasaan untuk mewakili dalam bidang hukum/ kedinasan

Surat kuasa sendiri memiliki pengertian sebuah dokumen yang berisikan informasi pemberian wewenang mewakili dari pemilik kuasa kepada yang dikuasakan untuk melakukan hal-hal tertentu sesuai yang tertulis di dalamnya atas nama pemilik kuasa.

Jenis-Jenis Surat Kuasa

Dilihat dari pemberi hak kuasa ada 2 jenis kategori surat kuasa yang dikenal dalam dunia administrasi, yaitu :
  • Surat Kuasa Pribadi/Perseorangan 
Yaitu surat kuasa yang dibuat oleh seseorang/ individu untuk memberikan hak kuasa kepada pihak lain (perseorangan/perusahaan/organisasi) untuk melakukan sesuatu menyangkut kepentingan pribadi pemilik kuasa. 
Contoh : Pak Budi sedang berada di luar negeri untuk sesuatu hal, dia membeli barang di toko Furniture kota asalnya via pemesanan, pihak toko mensyaratkan harus pak budi sendiri yang mengambil barang atau orang lain dengan membawa surat kuasa. Maka dalam hal ini pak budi tidak ada bisa mengambil barangnya sendiri karena berada di uar negeri oleh karena itu ia harus membuat surat kuasa pribadi ini yang didalamnya menerangkan bahwa pihak yang mewakilinya berwenang untu mengambil barang yang dipesan atas nama pak Budi untuk kemudian surat tersebut diberikan kepada orang yang akan mewakilinya.
Penjelasan lebih lanjut tentang surat kuasa pribadi dapat disimak di sini.
  • Surat Kuasa Kedinasan
Yaitu surat kuasa yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi/perusahaan/Lembaga/instansi pemerintah untuk memberikan hak kuasa kepada pihak lain (perseorangan/ perusahaan/ organisasi) atas nama pimpinan organisasi/ atas nama organisasi.
Contoh : Perusahaan Botol melakukan lelang proyek pekerjaan daur ulang sampah botol yang diadakan oleh pemerintah setempat, dalam peraturan lelang yang diharuskan hadir adalah direktur perusahaan, tetapi karena alasan tertentu direktur tidak bisa hadir, maka direktur atas nama perusahaan memberikan hak kuasanya kepada pihak lain yang akan mewakili dalam proses lelang dengan diterangkan di dalamnya cakupan wewenang yang bisa dilakukan atas nama direktur.
Penjelasan lebih lanjut tentang surat kuasa kedinasan dapat disimak di sini.
Selain 2 jenis di atas ada satu lagi surat kuasa yang penting untuk diketahui yaitu, 
  • Surat Kuasa Istimewa
Surat Kuasa Istimewa hanya digunakan dalam berbagai yang bersangkutan dengan urusan hukum. Namun secara prinsip Surat Kuasa Istimewa sebenarnya sama dengan 2 surat kuasa sebelumnya yaitu untuk memperjelas kedudukan orang yang diberi wewenang mewakili pemilik kuasa dan dapat berbuat sesuai apa yang dikuasakan padanya, namun yang membedakan ialah surat kuasa istimewa berlaku di wilayah yang mempunyai akibat-akibat hukum. Oleh karena itu dasar-dasar mengenai surat kuasa istimewa ini diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata).
Pada dasarnya suatu permasalahan hukum hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersangkutan dan tidak boleh dikuasakan. Namun dalam suatu kondisi tertentu memang tidak bisa dihindari seseorang membutuhkan perwakilan maka adanya surat kuasa dalam urusan ini menjadi penting dan perlu diatur dalam undang-undang sehingga sifatnya menjadi istimewa.
Beberapa hal yang termasuk dalam lingkup surat kuasa istimewa ialah : proses perkara di pengadilan, pernikahan, perceraian, jual beli, sewa-menyewa, hutang-piutang dll.
Demikian sedikit penjelasan secara umum tentang surat kuasa semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi teman-teman yang sedang mempelajari tentang ini. Segala bentuk koreksi dan masukan dari kalian sangat kami hargai. Terimakasih.


Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Jenis - Jenis Surat Kuasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel