Penyebab Utama Siswa Kurang Konsentrasi


Pasti jengkel rasanya jika Anda seorang guru sedang menerangkan pelajaran, murid Anda sibuk ngobrol atau main main dengan temannya. Wajar jika yang mereka masih kecil (Play Group/ PAUD, TK) karena sejatinya anak balita masih dalam tahap mengeksplorasi banyak hal di sekeliling mereka, jadi tidak heran tingkahnya akan luar biasa lincah dan sulit diatur. Namun beda cerita jika yang melakukan itu murid yang sudah memasuki jenjang SMA atau bahkan Kuliah.

beajar konsentrasi

Tidak fokus atau kurang konsentrasi dalam belajar atau memperhatikan sesuatu bisa dialami oleh siapa saja tanpa terkecuali bahkan bisa saja gurunya yang tidak konsentrasi. Sebelum Anda bersungut sungut memarahi murid murid ‘bandel’ tersebut, ada baiknya Anda mengenali penyebab seorang murid tidak fokus dalam belajar. 

Sebenarnya ada banyak kemungkinan penyebab yang melatar belakangi murid kurang bisa fokus atau konsentrasi. Namun di sini kami hanya menyebutkan 3 penyebab utama yang memang sering terjadi dan kami alami baik dulu ketika menjadi murid, maupun ketika sudah diberi amanah untuk mengajar, di antaranya :

1. Tidak menyukai pelajaran/ tidak tertarik dengan pelajaran

Harus diakui bahwa salah satu kelemahan pokok dalam metode pembelajaran yang berlaku secara umum di kebanyakan sekolah baik negeri maupun swasta adalah mindset guru yang mewajibkan semua murid untuk menguasai semua mata pelajaran.

Hal itu akan fatal akibatnya dan akan menjadi boomerang bagi seorang guru jika suatu hari ada seorang murid kritis yang bertanya, “pak/bu, kalau setiap murid diwajibkan menguasai mata pelajaran, kenapa tidak mewajibkan juga kepada guru untuk lebih menguasainya? Apakah guru bahasa Arab bisa mengerjakan soal Matematika atau sebaliknya? Kenapa seorang guru tidak mengampu seluruh mata pelajaran saja, 1 kelas 1 guru. Mungkin itu akan lebih menghemat pengeluaran sekolah untuk menggaji guru?”

Pertanyaan seperti di atas pasti merupakan hal yang tabu jika diucapkan seorang murid, dan siapa pun yang menanyakan itu biasanya akan dicap sebagai ‘murid kurang ajar’. Tidak heran pula jika ia akan dihukum karna 'kekurang ajaran'nya itu.

Semua pasti mengakui jika setiap manusia diciptakan dengan bekal minat dan bakat yang berbeda – beda, yang memiliki bakat di bidang arsitektur mungkin akan sangat ogah jika diarahkan untuk mempelajari biologi di mana ia harus berkutat mempelajari seluk beluk makhluk hidup karena itu sama sekali tidak menarik baginya. Juga sebaliknya.

Namun mungkin memang ada seorang anak yang terlahir dengan memiliki banyak bakat atau biasa dikenal dengan Multitalent. Namun jumlahnya tidak banyak, bersyukurlah jika Anda termasuk orang yang diberi anugerah seperti ini, atau murid Anda adalah anak yang multitalent. Jika itu terus dipupuk dan diarahkan dengan baik, maka bagai pohon, ia akan tumbuh berkembang menjadi tinggi dan lebat dan memiliki buah yang beraneka ragam yang sangat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Namun tidak perlu berkecil hati jika bukan ditakdirkan demikian, masih ada banyak jalan untuk menjadi bermanfaat bagi sekitar, salah satunya menjadi sosok guru yang tidak gampang marah dan main hukum kepada murid yang kurang fokus dalam belajar.

2. Suasana belajar yang membosankan

Siapa yang tidak mengakui hal ini? Kebanyakan pasti pernah mengalami bukan?!. Ini lah yang menjadi tantangan bagi semua guru/ pengajar di mana pun. Bukan pekerjaan mudah untuk membuat suasana menjadi menyenangkan di dalam ruang belajar.

Maka mulai muncul banyak gagasan untuk mulai mengajar dengan suasana yang tidak biasa, terutama untuk sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum K13. Seperti duduk melingkar berkelompok, belajar di luar kelas dll. Semua dilakukan dengan harapan untuk menciptakan suasana baru demi merangsang siswa agar betah dalam belajar. Sebagian mengatakan berhasil, sebagian lagi bergumam “ah sama saja”.

Apa mau dikata, jika diajak belajar di luar kelas, justru murid malah terganggu untuk melihat ke sana kemari seakan ada yang lebih menarik untuk diperhatikan di luar sana, sehingga lupa ada guru yang sedang berkoar koar menerangkan sesuatu.

Hal ini akan terus menjadi tantangan bagi seorang guru setiap harinya, sehingga ia dituntut untuk terus menjadi kreatif dan inovatif. Karena apa pun yang dilakukan guru akan memiliki efek kepada murid baik secara langsung maupun tidak, oleh karena itu menjadi guru memang bukan suatu pekerjaan yang mudah.

3. Keadaan Yang Tidak Fit

Akal yang sehat terletak pada tubuh kuat. Idiom tersebut sering muncul di banyak kesempatan. Yang menjadi catatan ialah bukan berarti harus memiliki tubuh sebagus dan sekuat binaragawan dulu baru kita bisa berpikir dengan sehat, bukan seperti itu. Tubuh kuat di sini dalam arti ia dalam kondisi yang fit, tidak sedang sakit, kelelahan, kelaparan atau sejenisnya.

Kondisi tubuh yang tidak fit dalam artian lelah, lapar atau sakit akan sangat mempengaruhi dan mengganggu seorang murid dalam proses menyerap pelajaran, meskipun murid sebenarnya menyukai apa yang dipelajari dan suasananya tidak membosankan.

Tanda siswa yang kurang konsentrasi karena sebab ketiga ini biasanya berbeda dengan penyebab sebelumnya. Ia yang berada dalam kondisi yang kurang fit biasanya lebih sering sibuk dengan diri sendiri, melamun atau mengantuk, ia tidak tertarik untuk main atau mengobrol dengan teman sebagaimana penyebab karena bosan atau tidak menyukai pelajaran.

Terkadang sering juga ada siswa yang meskipun dalam kondisi yang kurang fit, ketika dihadapkan pada sesuatu yang ia sukai, otomatis secara mendadak ia jadi bersemangat kembali. Untuk itu seorang guru perlu mengenali masing masing karakter anak didiknya.

Sebagian orang berpendapat idiom di atas itu sebenarnya terbalik, seharusnya “tubuh yang sehat terletak pada olah pikir yang kuat (Benar)”. Bagi orang yang berpandangan seperti ini, motivasi untuk belajar tidak terlalu membutuhkan pengaruh dari luar dirinya. Ia juga tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan sehingga membuat ia kehilangan konsentrasi, dialah pemegang kendali atas pikirannya, sehingga ketika muncul gangguan yang mengurangi konsentrasi dengan cepat ia bisa menyingkirkannya.

Setiap siswa memiliki karakternya masing – masing oleh karena itu dituntut bagi seorang guru bukan hanya mengajarkan materi namun juga bisa membaca karakter anak didiknya. Lagi lagi sya harus mengatakan menjadi guru memang bukan suatu pekerjaan yang mudah.


Demikian tadi 3 penyebab utama seorang murid kurang fokus dan tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Semoga bisa memberi gambaran langkah apa yang seharusnya diambil untuk menghadapi 3 penyebab di atas, insyaallah di lain kesempatan akan kami sajikan beberapa solusi yang bisa diterapkan agar murid bisa kembali berkonsentrasi dalam belajar. Wallohu a’lam.


Belum ada Komentar untuk "Penyebab Utama Siswa Kurang Konsentrasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel