Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Ringan Tangan (Bag. 4)

Suka Membantu Orang Lain

Pengertian Ringan Tangan

Hidup akan indah jika setiap orang mau saling tolong menolong, bergotong royong untuk membangun peradaban bangsa. Sebaliknya kehidupan akan terasa semakin sempit dan menyesakkan jika setiap orang saling berebut, saling sikut, saling iri, dan saling menjatuhkan untuk meraih sesuatu yang diinginkan.

Inilah sebabnya maka penanaman moral ringan tangan harus terus digalakkan kepada setiap individu terutama kepada penerus generasi masa depan, anak – anak kita yang masih berada di usia dini. 

Sebenarnya ada 2 makna dari ungkapan ringan tangan ini, yaitu positif dan negatif. Dalam makna positif, ringan tangan merupakan sebuah istilah atau ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan sikap suka menolong atau mudah memberikan bantuan pada orang lain yang sedang membutuhkan. Sedangkan dalam makna negatif berarti suka memukul atau gampang menggunakan tangan (kekuasaan/ pengaruh)nya untuk menyakiti/ merugikan pihak lain. Namun tentu yang akan kita bahas di sini adalah Ringan Tangan dalam artian positif ya.

Ringan tangan masih memiliki hubungan yang erat dengan moral sebelumnya yaitu rendah hati. Orang yang memiliki rasa kerendahan hati yang tinggi tentu akan dengan mudah membantu teman, saudara, tetangga atau bahkan orang lain yang tidak dikenalnya yang sedang membutuhkan bantuan. Setiap kali melihat orang lain sedang memiliki masalah atau terkena musibah hatinya merasa tidak tega, seraya membayangkan bagaimana jika masalah atau musibah tersebut menimpa dirinya sendiri, tentu ia butuh uluran tangan orang lain. Maka tidak butuh waktu lama baginya untuk memutuskan bagaimana harus bersikap yakni dengan senang hati ia akan membantunya.

Namun sebaliknya faktor tinggi hati atau sombong sering kali menjadi penyebab seseorang tidak mudah mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain. Kesombongan dalam hati akan memberi dalih pembenar bahwa tidak perlu membantu, toh itu bukan urusan yang menjadi kewajibannya atau setiap orang punya masalah masing – masing maka sudah menjadi kewajibannya sendiri – sendiri untuk menyelesaikan.

Dalih – dalih pembenaran seperti itulah yang seharusnya kita singkirkan jauh – jauh dari pikiran dan hati kita. Setiap orang tidak akan bisa hidup dengan dirinya sendiri, suatu hari cepat atau lambat, sedikit atau banyak pasti membutuhkan uluran tangan dari orang lain untuk mengatasi permasalahan – permasalahan dan memenuhi berbagai kebutuhan dalam kehidupannya. Itulah kenapa manusia disebut dengan makhluk sosial. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tentu sudah merupakan kewajiban untuk saling tolong menolong, meringankan tangan kita untuk membantu orang lain di sekitar kita.

Penanaman Pemahaman Ringan Tangan Pada Anak

Maka anak – anak sebagai generasi penerus masa depan harus memahami hal ini dengan baik, dan orang tualah yang memiliki kewajiban untuk menanamkan pemahaman tersebut. Tanpa itu, anak – anak ketika dewasa akan menjadi sosok yang apatis; acuh tak acuh, tidak peduli atau masa bodoh dengan permasalahan di sekitarnya. 

Bisa dibayangkan jika setiap orang berkelakuan seperti itu, tentu akan menjadi permasalahan yang cukup merusak dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Misalnya suatu hari di suatu pemukiman salah satu rumah warga kebakaran, jika para tetangga kanan kiri bersikap apatis apa yang akan terjadi kemudian? Si pemilik rumah yang terbakar, berusaha sendirian untuk memadamkan api, namun pergerakan api lebih cepat dari usahanya, akhirnya rumah di kanan kiri ikutan terbakar, semakin lama api semakin membesar hingga satu pemukiman terbakar. Bagaimanapun, tentu tidak ada yang menginginkan hal semacam itu terjadi bukan?

Untuk itu perlu ada pencegahan dari menyebarnya sifat apatis ini. Tidak lain dengan mulai menanaman sikap ringan tangan di tengah keluarga masing – masing. Dalam hal ini orang tua berkewajiban untuk memberi contoh dan menjadi teladan atasnya. Setelah itu baru mulai sedikit demi sedikit melatih anak untuk bersikap sebagaimana yang ia terapkan.

Semua bisa dimulai dari hal – hal yang sederhana, suami membantu istri dan sebaliknya, kakak membantu adik dan sebaliknya, anak membantu orang tua dan sebaliknya. Hal itu akan terasa mudah jika semua mau saling berkoordinasi. Tapi tentu proses untuk menuju keberhasilan tidaklah mudah, di tengah jalan akan selalu muncul tantangan - tantangan yang harus di atasi. Biasanya itu dimulai dari munculnya rasa iri hati dan ingin semaunya sendiri. 

Maka orang tua haruslah bijak dalam menangani masalah tersebut. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam mendidik dan menanamkan pemahaman karena dalam diri anak, rasa egoisme, iri hati, ingin menang sendiri masih sangat kental terasa, mereka belum memahami banyak hal, andaipun paham sering kali hal itu dilupakan begitu saja sengaja atau demi menuruti kemauan - kemauan mereka. Sesekali orang tua perlu mengambil sikap tegas agar anak mengetahui batasan – batasan yang memang tidak boleh dilewati.

Demikian paparan tentang sikap rendah hati. Semoga bermanfaat, semoga keluarga kita termasuk keluarga yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Sekian.

Bersambung ....

Bagian 1 : Tentang Kejujuran
Bagian 2 : Tentang Rajin

Belum ada Komentar untuk " Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Ringan Tangan (Bag. 4)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel