Cara Meningkatkan Semangat Belajar

Belajar adalah pondasi sekaligus kerangka dalam bangunan pendidikan. Tanpa proses pembelajaran kata pendidikan tidak memiliki makna yang berarti. Maka wajib hukumnya bagi setiap orang yang menjalani proses pendidikan untuk selalu belajar.

Cara Meningkatkan semangat Belajar


Belajar tidak harus menunggu jam pelajaran sekolah dan tidak hanya terbatas dalam mempelajari mata pelajaran sekolah saja. Semua hal yang mengandung ilmu pengetahuan bisa dipelajari. Seperti belajar memasak, belajar bersikap sabar, belajar komunikasi yang baik dengan sesama teman atau dengan orang yang lebih tua, belajar menahan diri dari hal – hal yang tidak patut dilakukan, dll. Semua itu mengandung ilmu yang perlu untuk dipelajari dan dilatih oleh setiap orang.

Tantangan sesungguhnya dari seorang pelajar adalah rasa malas. Malas akan muncul sedikit demi sedikit dan jika terus dituruti pengaruhnya akan semakin besar dan sulit dilawan. Maka secepat mungkin jika seseorang merasa dijangkiti rasa malas harus segera melawannya. Rasa malas selalu bersaing dengan semangat belajar bagaikan malam dan siang, mereka tidak akan bisa bersatu. Jika muncul malas hilang semangat dan sebaliknya.

Belajar yang efektif adalah belajar yang penuh dengan semangat, dengan modal semangat yang dimiliki seseorang akan jauh lebih bisa berkonsentrasi dan membuka lebar otak untuk menyerap informasi sebanyak mungkin yang didapat. Untuk itu yang harus dilakukan ialah mengenali penyebab munculnya semangat belajar. Di antaranya sebagai berikut  :

1. Menguatkan Niat Agar Tidak Salah Tujuan

Dalam agama diajarkan bahwa niat adalah pokok dari segala amal kebaikan. Amal kebaikan yang tidak didasarkan pada niat yang baik pula, tidak akan bernilai di sisi Tuhan. Niat yang kuat dalam belajar harus dimiliki, karena dengan itu seseorang akan memiliki dasar pijakan dan pegangan yang kuat sehingga tidak mudah tergoda oleh kemalasan yang selalu akan dihembuskan oleh Setan. 

Bagaimanapun belajar adalah salah satu amalan utama yang sangat disukai oleh Allah. Orang yang berilmu memiliki derajat beberapa kali lipat lebih tinggi dari orang awam. Karena itu setan tidak akan menyukai orang yang memiliki tekad untuk belajar. Ia akan senantiasa berusaha mengganggu dengan memberikan godaan yang dahsyat dari segala sisi tanpa kenal lelah. 

Maka dalam keadaan demikian pegangan yang kuat, mutlak diperlukan, jika tidak ia akan kalah dengan segala godaan yang menggempur setiap saat. Selain itu hendaknya senantiasa berdo’a agar selalu diberikan bimbingan dan hidayah oleh Tuhan.

2. Menemukan Minat

Minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, bisa juga diartikan sebagai keinginan yang kuat. Minat ini yang akan memandu seseorang untuk menemukan bakat terpendamnya. Setiap orang memiliki minatnya masing – masing, satu orang dengan yang lain bisa jadi sama atau berbeda tergantung kadar keinginannya.

Seperti contoh : dari kecil seseorang memiliki kecenderungan olahraga, cenderung membongkar pasang sesuatu, cenderung menyukai hewan, cenderung menyukai perjalanan untuk mengekplorasi tempat baru, cenderung mengingat sesuatu secara kuat, cenderung suka bercerita dll.

baca juga : cara meningkatkan minat siswa dalam dunia penulisan

Minat/ keinginan/ kecenderungan ini tidak harus berhubungan dengan pelajaran sekolah, cakupannya luas sekali Anda bisa menemukannya sendiri dengan membayangkan kebiasaan Anda selama ini. Namun yang menjadi catatan adalah ada kecenderungan baik dan ada pula yang buruk. Tidak semua minat bisa mengarahkan kita ke jalan yang baik, maka perlu kejelian untuk membedakan mana yang layak diikuti dan yang tidak.

Dengan mengenali diri sendiri salah satunya melalui minat yang dimiliki, maka gambaran apa saja yang ingin dipelajari sedikit demi sedikit akan terlihat, dan ketika ia mempelajari sesuatu didasari minatnya, maka belajar akan terasa menyenangkan. 

Contoh : jika seseorang memiliki minat menyukai hewan, maka mempelajari ilmu dibidang peternakan/ perawatan/ pengobatan hewan akan terasa menarik baginya, Seseorang yang cenderung bongkar pasang sesuatu, maka ia akan tertarik pula untuk menguasai ilmu teknik pembangunan/ arsitektur/ merakit komputer, dll

3. Berani mencoba hal baru
Mencoba hal baru nama lainnya adalah inovasi. Inovasi dibutuhkan untuk membangun suasana baru agar bisa menghilangkan kejenuhan mengerjakan sesuatu secara monoton.

Mencoba hal yang baru bisa juga berguna untuk mencari minat seseorang. Dengan berusaha mencoba hal baru, seseorang akan bisa diukur sejauh mana minatnya dalam mempelajari hal baru tersebut.

Namun mencoba hal baru tidak selalu menyenangkan, maka inilah yang perlu dilawan. Sesekali perlu memaksakan diri untuk mencoba, jika sudah memaksa diri untuk melakukan hal baru dalam jangka waktu tertentu namun masih terasa tidak menyenangkan, bisa jadi bidang tersebut memang bukan minat Anda, maka perlu segera beralih ke bidang lain.

Yang menjadi catatan adalah mencoba sesuatu yang baru berarti akan memiliki tujuan baru,  kebiasaan baru dan cara penilaian yang baru, maka harus mempersiapkan diri dengan itu semua. Karena jika mau mencoba hal baru, namun kebiasaan yang digunakan masih sama maka keberhasilan akan sulit didapatkan. 

Misalnya, sudah lama seseorang tidak pernah berolahraga, suatu hari karena alasan tertentu ia tertarik untuk berolahraga, maka ketertarikan ini juga harus didukung oleh kebiasaan yang baru berupa menjaga pola tidur teratur agar bisa bangun lebih pagi untuk berolahraga. Jika masih menggunakan kebiasaan lama di mana tidur kemalaman bangun kesiangan, maka usaha untuk berolahraga akan selalu gagal.

4. Mengetahui Manfaat Sesuatu yang Dipelajari
Tujuan belajar salah satunya adalah agar mendapat ilmu pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk mengarahkan kehidupan ke arah yang baik. Oleh karena itu mencari tahu manfaat yang terkandung dalam hal yang dipelajari bisa menjadi salah satu faktor peningkat semangat belajar. Akan lebih baik jika berusaha mencari tahu manfaat yang spesifik yang memiliki dampak secara langsung dalam kehidupan seseorang.

Misalnya : belajar aritmatika dasar (tambah, kurang, kali, bagi), bagi anak kecil ini mungkin pelajaran yang tidak menyenangkan, namun dengan merangsang dia dengan manfaat apa yang akan didapatkan ketika mampu menguasai ilmu tersebut, ia akan bersemangat untuk mempelajarinya.

5. Tidak Terburu – Buru Ingin Mendapatkan Hasil

Sifat terburu - buru adalah penyakit dalam diri setiap manusia. Penyakit tersebut menjangkit semakin parah di era modern sekarang. Pergerakan kehidupan dalam segala aspek yang semakin cepat membuat siapapun ikut terpacu untuk mempercepat diri.

Namun sebagai seorang pelajar yang baik sifat terburu – buru adalah salah satu musuh yang wajib dilawan. Ibarat memasak sesuatu jika buru – buru dihidangkan padahal belum matang, banyak yang tidak yang mau memakannya.

Terburu – buru juga akan mengakibatkan seseorang cepat merasa gagal jika tidak mendapatkan hasil sehingga ia cepat merasa bosan dan malas untuk belajar lagi. Selain itu juga akan berakibat munculnya banyak kesalahpahaman atas ilmu yang dipahami, Ini adalah dampak yang fatal bagi seorang pelajar.

Maka perlu dibangun pemahaman dalam diri bahwa sesuatu yang baik adalah yang mau berproses secara alami. Perhatikan kehidupan ayam – ayam yang dipaksa tumbuh besar dengan cepat di tempat jual ayam potong. Meskipun besar, ia tidak bertenaga dan lincah sebagaimana ayam yang hidup terawat secara normal. Ini bisa dijadikan teladan dalam belajar.

Demikian hal – hal yang bisa memicu dan mempertahankan semangat dalam belajar. Mungkin diluar keterangan di atas, masih ada banyak faktor lain yang belum tercantum. Maka akan lebih baik jika kalian mengeksplor sendiri pengetahuan tersebut sehingga semakin luas dan semakin semangat dalam belajar.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Cara Meningkatkan Semangat Belajar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel