Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Sikap Mengalah (Bag. 5)

Moral yang perlu diajarkan pada anak yaitu mengalah

Penjelasan Sikap Mengalah

Salah satu sifat yang penting untuk ditanamkan pada anak adalah suka mengalah. Kondisi kebanyakan masyarakat yang terjadi saat ini baik politik maupun sosial adalah sebagai gambaran jika setiap orang tidak memiliki rasa ingin mengalah pada pihak lain. Setiap perdebatan semu, percekcokan hingga permusuhan berkepanjangan adalah akibat dari dilupakannya moral penting ini dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengalah adalah salah satu cabang dari pohon kesabaran. Mengalah bukan berarti tidak berdaya dan bukan berarti tidak mampu untuk melawan, namun mengalah adalah pilihan yang diambil ketika menyadari bahwa efek buruk dari perlawanan jauh lebih besar daripada manfaat yang akan didapatkan. 

Misalnya yang sering terjadi dalam perdebatan antara para netizen di media sosial online. Andai saja masing – masing pelaku mau melihat dari sudut pandang manfaat dan mudharat (efek buruk) terhadap perdebatan yang dilakukan, mereka akan menyadari bahwa apa yang sebenarnya hasil yang didapatkan dari perdebatan – perdebatan semu itu tidaklah terlalu berguna, sedangkan waktu telah terbuang begitu banyak untuk urusan yang bisa dikatakan sia – sia itu. Akan lebih baik jika masing – masing atau salah satunya memiliki sikap suka mengalah, dengan rendah hati menarik diri dari percekcokan yang berkepanjangan tersebut.

Sekali lagi, orang yang mengalah bukan berarti menyerah pada keadaan, namun secara sadar ia benar – benar yakin bahwa Tuhan pasti selalu memainkan peranNya dalam setiap keadaan. Baginya daripada mengurusi hal lain yang tidak primer secara berlarut – larut, ada yang lebih penting dan mendesak yang menjadi perhatiannya, yaitu mencari di mana pokok permasalahan dan berusaha fokus dengan segala daya upaya untuk menyelesaikannya. Itulah hakikat mengalah.

Orang yang terlatih untuk bersikap mengalah akan diuntungkan karena bisa menyimpan energinya untuk hal – hal yang primer dan pokok dalam kehidupan, di mana pada saat yang bersamaan sebagian besar yang lain mengobral energinya habis – habisan untuk hal sepele. Tentu ini manfaat yang sangat menguntungkan.

Yang perlu diperhatikan adalah batasan dalam mengalah. Tidak dalam semua hal seseorang harus mengalah, ada hal – hal tertentu yang bersifat prinsip yang mengharuskan seseorang untuk berpendirian teguh, tidak boleh mengalah meskipun mendapat tekanan yang sangat besar. Inilah yang menjadikan seseorang berwibawa di hadapan orang lain, dan juga membedakannya dengan sikap tidak berdaya atau menyerah. 

Orang yang menyerah dan tidak berdaya, tidak berani mengambil peluang untuk berpendirian kukuh padahal pada saat yang memang dibutuhkan, ia hanya ingin mencari aman dengan mengikuti arus dan pasrah atas apa yang terjadi padanya atau pada lingkungan sekelilingnya. Hal seperti ini jelas menyalahi pemahaman dasar mengalah. 

Maka sikap mengalah yang tepat sebenarnya tidak mudah untuk dilakukan. Seseorang harus terus menerus melatihnya bahkan hingga ajal menjemput, dengan latihan yang konsisten seseorang akan tahu di mana batas yang tepat dalam mengalah dan di mana ia harus turun tangan untuk mengambil sikap demi menjaga prinsip hidupnya dari pelanggaran yang dilakukan pihak lain.

Bentuk - Bentuk Sikap Mengalah Dalam Kehidupan

Bentuk – bentuk sikap mengalah tentu berbeda – beda tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi masing – masing orang. Namun prinsipnya tetap sama, yaitu tetap fokus mencari solusi dari pokok permasalahan yang ada dan tinggalkan hal – hal sepele yang menghabiskan energi.

Bagi anak kecil, sikap mengalah biasanya diperlukan jika ia terlibat konflik dengan teman sekolah atau teman bermainnya. Entah karena ingin berebut mainan atau karena saling mengejek, maka sebagai orang tua kita perlu menanamkan prinsip sikap mengalah ini. Dalam pergaulan sehari – hari anak perlu diberi pemahaman bahwa tidak masalah tidak memiliki sesuatu yang diperebutkan, toh kesenangan untuk memilikinya hanya sementara, jika ada mainan baru maka yang lama akan terlupakan, begitu seterusnya. Tidak perlu keras kepala apalagi sampai berkelahi hanya untuk hal – hal yang sementara. Kecuali jika mainan miliknya direbut anak lain secara paksa, maka sikap yang perlu diambil adalah mempertahankannya bukan menyerah memberikannya begitu saja.

Saling mengejek dalam pergaulan anak – anak juga sering terjadi, dalam hal ini juga sikap mengalah harus memainkan perannya. Anak perlu dididik untuk mampu mengontrol emosi agar tidak terjebak dalam perkelahian yang berkepanjangan. Anak perlu diberi pemahaman bahwa cara membalas ejekan yang terbaik adalah dengan menjadi lebih berprestasi dan lebih baik dari yang mengejeknya. Tidak perlu membuang – buang waktu menanggapi ejekan orang lain, kecuali jika kondisi sudah mulai genting dan mendesak, seperti mulai ada yang membully secara fisik. Itu berarti mengalah sudah mencapai batasnya, anak harus berani mengambil sikap pertahanan agar tidak terus menerus diperlakukan demikian. Sekali anak hanya pasrah ia akan terus menerus menjadi bulan – bulanan para pembullynya.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi orang dewasa jauh lebih kompleks, mulai dari lingkup tetangga hingga menyangkut urusan berbangsa dan bernegara. Sebenarnya bagaimanapun yang dihadapi orang dewasa tidak jauh berbeda dengan permasalahan anak – anak. Orang dewasa juga sering terjebak pada masalah perebutan sesuatu dan saling menghina. Berebut pelanggan, berebut pengaruh, berebut jabatan, berebut harta warisan, berebut klaim kebenaran, berebut peluang dll. Perebutan tersebut kemudian berdampak pada persaingan, penghinaan, pengasingan, penghancuran martabat, hingga pembunuhan. Maka latihan bersikap mengalah sebenarnya lebih dibutuhkan untuk orang dewasa. Dengan memberi contoh dan teladan kepada anak untuk bersikap suka mengalah orang tua akan dengan mudah mengarahkan anak untuk bersikap hal yang sama.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Bagian 1 : Tentang Kejujuran
Bagian 2 : Tentang Rajin
Bagian 3 : Tentang Rendah Hati

Belum ada Komentar untuk "Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Sikap Mengalah (Bag. 5)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel