Surat Kuasa Kedinasan


surat kuasa kedinasan

Dalam proses operasional sebuah organisasi tentunya tidak akan terlepas dengan proses administrasi surat – menyurat. Berbagai macam surat berlalu lintas setiap saat untuk tujuan dan fungsi yang berbeda beda. Maka seorang bagian administrasi sudah seharusnya mengetahui dan memahami untuk keperluan apa saja sebuah surat itu digunakan dan bagaimana surat itu dibuat.

Sehubungan dengan itu salah satu surat penting yang harus diketahui dan difahami kegunaan dan cara pembuatannya adalah surat kuasa. Surat kuasa ini memiliki berberapa jenis diantara yang erat hubungannya dengan suatu kelembagaan atau organisasi atau perusahaan disebut surat kuasa kedinasan/ surat kuasa dinas.

Menurut Ibnu Sholah, surat kuasa kedinasan difahami sebagai pemberian wewenang kuasa yang dinyatakan oleh sebuah instansi atau kelembagaan (biasanya diwakili oleh pimpinan/ direksi) kepada pihak tertentu baik pihak yang terafiliasi dalam instansi itu sendiri maupun di luar instansi untuk melakukan suatu tindakan atas nama pimpinan maupun atas nama instansi pemberi kuasa.

Karena dalam urusan ini menyangkut perusahaan dan instansi maka surat kuasa ini bersifat formal. Dalam arti beberapa hal yang menyatakan legalitas kedudukan pemberi kuasa itu harus dicantumkan dengan jelas sehingga memberi kesan bahwa surat tersebut dibuat dengan sebenarnya oleh instansi terkait dan menghilangkan keraguan akan adanya tindak penipuan yang mengatas namakan instansi.

Ciri - ciri
Beberapa ciri surat kuasa kedinasan yang perlu diperhatikan ialah sebagai berikut :
  1. Dibuat oleh organisasi/ perusahaan/ instansi pemerintah atau sejenisnya yang byasanya diwakili oleh pimpinan masing-masing sebagai pernyataan untuk memberikan wewenang kepada pihak lain.
  2. Data pemberi kuasa yang menggambarkan posisinya di dalam instansi terkait.
  3. Data penerima kuasa yang menerangkan kedudukan dan identitas pribadinya.
  4. Wewenang yang diberikan adalah untuk urusan yang bersifat umum yang menyangkut kepentingan organisasi/ kepentingan pimpinan selama masih dalam lingkup pekerjaannya sebagai pimpinan organisasi (Bukan untuk urusan pribadi pimpinan tersebut)
  5. Menyertakan kepala surat.
  6. Menyertakan nomor surat.
  7. Menyertakan materai bila diperlukan.
  8. Memerlukan tandatangan & stempel pengesahan dinas dari organisasi atau pimpinan organisasi yang memberikan kuasa.
  9. Tidak boleh ditulis tangan (Kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak, seperti terjadi pemadaman listrik yang lama sehingga tidak dimungkinkan menggunakan komputer atau yang lainnya).

Bagian – bagian dalam surat kuasa kedinasan
Dilihat dari keterangan sebelumnya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa surat kuasa kedinasan haruslah memuat bagian – bagian utama berikut dalam pembuatannya, diantaranya yaitu :
  1. Kop/ kepala surat, kedudukan kepala surat ini sangat penting untuk menggambarkan tentang identitas organisasi pemberi kuasa yang berisikan logo, nama, alamat dan contact resmi organisasi.
  2. Judul yang bertulisakan surat kuasa.
  3. Nomor surat
  4. Data identitas dan kedudukan pemberi kuasa yang berisikan nama, no. NIP bila ada, No. NIK, jabatan/ posisi dalam organisasi, alamat, telepon.
  5. Data identitas dan kedudukan penerima kuasa yang berisikan nama, no. NIP bila ada, No. NIK, jabatan/ posisi dalam organisasi/ pekerjaan (jika bukan termasuk anggota organisasi), alamat, telepon
  6. Pernyataan pemberian kuasa.
  7. Menyatakan cakupan atau batasan wewenang yang dikuasakan kepada penerima kuasa
  8. Tempat dan tanggal pengesahan surat kuasa.
  9. Tanda tangan pemberi kuasa yang diwakili pimpinan organisasi yang namanya tercantum dalam surat kuasa.
  10. Stempel pengesahan dari organisasi
  11. Materai bila diperlukan.

Perlu dicatat bahwa beberapa keterangan yang telah kami sebutkan di atas bukanlah merupakan kepastian mutlak bahwa sebuah surat kuasa kedinasan harus melibatkan semua ciri dan bagian, dalam beberapa kondisi tertentu mngkin saja ada sedikit penyesuaian dan bisa dimaklumi. Namun secara umum keterangan tersebut di atas bisa dibuat acuan dalam pembuatan surat kuasa kedinasan.

Berikut contoh format penulisan surat kuasa kedinasan.

Ciri dan Bagian Surat Kuasa Kedinasan

Download file di sini

Demikian sharing seputar surat kuasa pribadi, kekurangan dan kekeliruan dalam penyampaian adalah keniscayaan, maka komentar dan masukan kalian akan selalu kami perhatikan. Terimakasih atas kunjungannya

Belum ada Komentar untuk "Surat Kuasa Kedinasan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel