Surat Kuasa Pribadi atau Perseorangan

Prinsip utama dibuatnya surat kuasa ialah pemberian kuasa/wewenang kepada pihak lain oleh pemilik kuasa untuk mewakilinya dalam melakukan hal-hal tertentu atas nama pemilik kuasa karena dalam suatu keadaan tertentu tidak bisa dilakukan oleh dirinya sendiri. Dalam pembahasan jenis-jenis surat kuasa sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ada beberapa jenis surat kuasa salah satunya ialah surat kuasa pribadi/ perseorangan. 

surat kuasa perseorangan

Surat kuasa ini dikategorikan sebagai pribadi/ perseorangan karena dilihat dari pihak yang membuat adalah perseorangan dan dibuat untuk urusan yang bersifat pribadi. Sedangkan cakupan wewenang yang bisa dikuasakan dengan surat kuasa pribadi/ perseorangan ini tidaklah luas karena menyangkut hal-hal yang umum saja dan tidak memiliki dampak hukum yang serius. Seperti dikuasakan untuk pengambilan barang/ dokumen/ pesanan, untuk pembayaran pajak, listrik dll.

Beberapa contoh di atas dalam praktek nyatanya terkadang malah tidak diperlukan adanya surat kuasa meskipun yang melakukan bukanlah pemilik kuasa, kecuali jika dalam peraturan sebelumnya tertulis syarat adanya surat kuasa jika diwakilkan ke pihak lain. Tetapi meskipun demikian sebagai tambahan wawasan tidak ada salahnya mengetahui bahwa jenis surat kuasa yang seperti ini memang dikenal dan maklum untuk digunakan.

Ciri - ciri

Beberapa ciri surat kuasa pribadi/ perseorangan yang membedakan dengan jenis surat kuasa yang lain ialah sebagai berikut :

  1. Dibuat sebagai pernyataan untuk memberikan wewenang kepada pihak lain yang bersifat pribadi.
  2. Data pemberi kuasa dan penerima kuasa merupakan data lengkap pribadi masing-masing.
  3. Wewenang yang diberikan adalah untuk urusan yang bersifat pribadi dan tidak menyangkut hal-hal yang memiliki akibat hukum serius seperti : pengambilan atau penerimaan barang/ dokumen/ pesanan, pembayaran tagihan-tagihan.
  4. Dalam format penulisannya tidak terdapat kepala surat.
  5. Dalam format penulisannya tidak terdapat nomor surat.
  6. Keberadaan materai tidak terlalu diperhatikan.
  7. Tidak memerlukan stempel pengesahan dinas.
  8. Boleh dibuat dengan tulisan tangan.

Bagian – bagian surat kuasa pribadi / perseorangan

Dalam surat kuasa perseorangan perlu ada bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya, diantaranya yaitu :

  1. Judul yang bertuliskan “surat kuasa pribadi” atau “surat kuasa”.
  2. Menyatakan data lengkap pribadi pemberi kuasa : nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat lengkap, nomor indentitas diri (KTP/ sejenisnya), kontak yang bisa dihubungi, alamat email (jika ada).
  3. Menyatakan data lengkap pribadi penerima kuasa : nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat lengkap, nomor indentitas diri (KTP/ sejenisnya), kontak yang bisa dihubungi alamat email (jika ada).
  4. Pernyataan pemberian kuasa.
  5. Menyatakan cakupan wewenang yang akan dikuasakan.
  6. Tempat dan tanggal pengesahan surat kuasa.
  7. Tandatangan pemberi kuasa dan penerima kuasa atau hanya pemberi kuasa saja.

Berikut adalah contoh surat kuasa perseorangan/ pribadi dalam untuk pengurusan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB)


Ciri - Ciri dan Bagian Surat Kuasa Pribadi

Download file di sini

Demikian sharing seputar surat kuasa pribadi, kekurangan dan kekeliruan dalam penyampaian adalah keniscayaan, maka komentar dan masukan kalian akan selalu kami perhatikan. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahua’lam.  




Belum ada Komentar untuk "Surat Kuasa Pribadi atau Perseorangan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel