Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Tanggung Jawab (Bag. 6)

rasa tanggung jawab

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan baik disengaja maupun tidak. Kadang kesalahan atau kekhilafan tersebut bersifat sepele namun tidak jarang yang memiliki dampak besar baik pada diri sendiri maupun orang lain. Semua itu terjadi karena manusia memang tempatnya salah dan lupa. Untuk itu manusia dituntut untuk mempertanggung jawabkan kesalahan – kesalahan yang telah diperbuat.

Tanggung jawab tidak hanya dilakukan untuk mencover kesalahan atau kekhilafan saja, lebih luas dari itu, ia juga harus melekat dalam setiap keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukannya. Kenapa demikian? Karena setiap keputusan dan tindakan manusia sedikit banyak pasti akan berdampak pada manusia lain atau lingkungan sekitarnya. Dalam Agama diajarkan bahwa setiap orang wajib menghormati dan menjaga hak orang lain sebagaimana ia ingin haknya juga dihargai dan dihormati. Salah satu wujud penghormatan dan penjagaan tersebut adalah berupa rasa bertanggung jawab.

Seperti contoh : seseorang menebang pohon di pedalaman hutan liar untuk digunakan berbagai keperluan. Hal ini tentu berdampak pada lingkungan dan juga manusia lainnya, semakin banyak pohon yang diambil kehijauan alam semakin berkurang sehingga akan menyebabkan kegersangan, kandungan air dalam tanah juga akan semakin turun karena tidak ada akar pohon yang menahannya, belum lagi dampak bagi udara dan cuaca, tidak adanya pohon di suatu tempat akan menyebabkan suhu di sana semakin panas, dan dampak – dampak lain. Maka di sinilah pentingnya sikap tanggung jawab dari penebang pohon tersebut. Untuk mencegah semua akibat – akibat buruk yang terjadi itu ia berkewajiban melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan/ pohon yang sudah ditebang atau digunduli.

Jika diperhatikan, dewasa ini semakin banyak ditemui orang – orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, baik untuk hal - hal sepele maupun yang memiliki dampak luas dalam kehidupan masyarakat. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa perbuatannya tersebut bisa merugikan orang lain, atau mungkin sebenarnya mereka sadar, hanya saja sengaja menghindar karena malas atau merasa tidak mampu memikul beban tanggung jawab tersebut. 

Semua tindakan kriminal, pencurian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, judi, hingga kasus korupsi yang terjadi adalah akibat dari hilangnya rasa tanggung jawab dalam diri para pelaku, mereka tidak menghargai hak – hak korbannya. Begitu juga untuk hal – hal sepele seperti buang sampah sembarangan, mencorat – coret  tembok di sepanjang jalan, berkendara secara ugal – ugalan, menggeber knalpot kendaraan yang memekakkan telinga dan seterusnya, para pelakunya mungkin lupa bahwa perbuatannya akan mengganggu orang lain di sekitarnya.

Melatih Anak Bertanggung Jawab

Mengamati fenomena di atas, maka sebagai orang tua kita bertanggung jawab untuk menanamkan dan melatih rasa tanggung jawab pada anak bahkan sejak usia dini, karena sikap bertanggung jawab tidak begitu saja muncul dan bisa dilakukan oleh anak tanpa sebelumnya diajarkan dan dilatih oleh orang tuanya. Maka inilah salah satu program wajib dalam pendidikan di lingkungan keluarga.

Proses pengajaran dan pelatihan bisa dilakukan sedikit demi sedikit dalam beberapa kasus yang dialami oleh anak. Seperti ketika anak memecahkan gelas, orang tua tidak perlu buru – buru membentak dan memarahi, akan lebih baik jika sebagai pertanggung jawabannya, si anak diajak untuk ikut membersihkan pecahan gelas tersebut, setelahnya baru mengatakan untuk berhati – hati dalam melakukan sesuatu agar tidak membahayakan diri dan orang lain. Hal ini akan lebih membekas dan memberi pengetahuan pada anak bagaimana cara mengatasi permasalahan yang sama di kemudian hari jika orang tua tidak ada.

Contoh lain, di sekolah anak - anak terkadang saling meminjam barang, suatu ketika bisa saja barang yang dipinjam lupa di mana meletakkan dan hilang, biasanya ketika pulang dan sampai di rumah hal itu diceritakan pada orang tua, maka respon terbaik orang tua adalah membelikan barang yang sama dan menyuruh anak untuk memberikan barang itu pada temannya sebagai ganti yang hilang sekaligus meminta maaf atas kejadian tersebut. Tidak cukup sampai di situ, sebagai rasa tanggung jawab, untuk selanjutnya ia harus mencatat barang – barang yang dipinjam agar selalu ingat dan bisa menjaganya dengan baik.

Ketika anak sudah mulai cukup besar dan cukup mampu memahami proses sebab akibat, hak dan kewajiban, ia perlu untuk dilatih bertanggung jawab atas dirinya sendiri di dalam rumah, seperti mencuci piring setelah makan, mencuci pakaiannya sendiri, diajak membersihkan rumput dan sampah di halaman sekitar rumah, dan lain – lain. Semua itu dimaksudkan bukan untuk menjadikan anak sebagai pembantu namun semata – mata untuk melatih agar anak terbiasa bertanggung jawab atas dirinya dan terhadap lingkungan sekitarnya. Alangkah baiknya dalam hal itu orang tua juga ikut andil memberi contoh pada anak dalam melakukan sesuatu, bukan hanya sekedar memberi perintah layaknya bos kepada anak buahnya.

Demikian penjelasan singkat mengenai pentingnya menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, semoga kita semua semakin menyadari hal itu dan bisa menerapkannya pada kehidupan diri sendiri maupun dalam lingkungan keluarga kita. Sekian semoga bermanfaat.

Bagian 1 : Tentang Kejujuran
Bagian 2 : Tentang Rajin
Bagian 3 : Tentang Rendah Hati

Belum ada Komentar untuk "Moral Baik Yang Perlu Diajarkan Pada Anak Sejak Dini : Tanggung Jawab (Bag. 6)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel