Tips Persiapan Belajar Otodidak

tips persiapan belajar otodidak


Pendidikan bagi sebagian kalangan saat ini dirasa masih relatif mahal, di setiap daerah masih banyak sekolah, kampus, lembaga - lembaga kursus atau sejenisnya yang mewajibkan para peserta didiknya untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit jika ingin mengikuti kegiatan belajar di dalamnya. Untuk menghadapi hal itu tidak sedikit orang yang terinspirasi untuk menekuni pembelajaran secara otodidak.

Belajar secara otodidak adalah metode belajar untuk mencapai suatu keahlian tertentu dengan cara belajar sendiri tanpa arahan dari seorang tutor atau guru. Metode ini semakin ramai digunakan karena salah satu alasannya adalah soal biaya. Sebagian orang berpikir untuk makan sehari – hari saja susah, apalagi harus bayar biaya pendidikan.

Namun belajar secara otodidak tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan persiapan yang baik dan mengatur langkah yang tepat agar bisa memaksimalkan hasil yang ingin dicapai. Karena itu kami di sini akan membagikan kepada kalian tips atau persiapan apa saja yang perlu dilakukan jika ingin belajar sendiri secara otodidak. Berikut uraiannya :

1. Membuat Target dan Menjadwalnya

Tantangan berat pertama yang harus dilewati oleh seorang pelajar otodidak adalah membuat langkah yang teratur untuk mencapai target yang diinginkan. Tidak seperti di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya yang sudah memiliki silabus atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru atau tutor pengajarnya, murid hanya perlu menurut dan mempelajari sesuai dengan apa yang diatur oleh gurunya, dalam pembelajaran secara otodidak, seseorang harus bisa memosisikan dirinya sebagai pengelola jadwal dan penentu target yang harus dicapai dalam waktu tertentu seorang diri.

Setiap melakukan sesuatu tentu memiliki kelebihan atau kekurangan masing – masing. Jika di sekolah, murid lebih dipermudah dalam belajar karena tidak perlu ribet mengurusi RPP sehingga bisa lebih fokus dalam belajar, kekurangannya ia harus mengeluarkan biaya untuk layanan kemudahan tersebut dan mereka bagaikan sapi yang dicocok hidungnya mau tidak mau harus menurut sama pengendalinya.

Sebaliknya kekurangan bagi yang ingin belajar secara otodidak, ia harus bersusah payah sendirian dalam membuat daftar target belajar yang harus dicapai dalam waktu tertentu, menetapkan langkah – langkah yang harus dilakukan dan mengevaluasi hasilnya sendiri. Namun di sisi lain ia bisa melakukan kegiatan belajarnya secara gratis dan bebas, bebas dalam arti tidak harus monoton mengikuti apa kata guru dan ia memiliki kesempatan yang luas untuk menentukan apa pun model pembelajaran dan membuat jadwal sesuka hati.

Target dan jadwal dalam belajar otodidak tentu tidak harus sama dengan yang ada di sekolah, rutinitas masuk pagi pulang siang, tugas menumpuk, ujian dlsb. Pelajar otodidak bisa membuat target secara lebih fleksibel seperti hari ini saya harus menguasai A, besok harus menguasai B, dst. Kapanpun waktu yang enak untuk belajar di situlah proses pembelajaran dimulai dengan target jangka pendek maupun jangka panjang menguasai suatu hal dalam sehari / seminggu / sebulan / dan seterusnya.

2. Mencari Sumber Informasi yang Luas dan Tepat

Sumber informasi tersebar begitu luas di sekitar kita, terutama saat ini kita hidup di era di mana semua bisa saling terhubung dengan internet, jutaan artikel dibagikan secara gratis yang membahas berbagai bidang ilmu pengetahuan di dalamnya, belum lagi sekarang zamannya berbagi video yang juga banyak berisi tentang cara ini cara itu berbagai macam. Hal ini tentu sangat mempermudah seorang pelajar otodidak untuk melancarkan aksinya. Selain internet bisa juga mencari sumber informasi dengan berkunjung ke perpustakaan atau membeli buku – buku pendukung untuk sarana pembelajaran.

Namun begitu luasnya sumber informasi yang ada terkadang justru membuat seorang pelajar otodidak kebingungan harus memulai dari mana, hal semacam ini sering dialami. Maka memilih sumber informasi yang tepat sangat diperlukan, caranya adalah dengan selalu mengingat poin pertama maksudnya melihat target apa yang ingin dicapai, selalu jadikan target sebagai acuan melangkah, dengan arah target yang jelas maka seorang pelajar otodidak bisa memilah – pilah sumber informasi mana yang perlu dipelajari.

3. Berdiskusi dengan Senior yang Lebih Ahli.

Terkadang untuk memahami suatu ilmu tertentu mau tidak mau memang sangat dibutuhkan sosok pengajar atau lebih halusnya pemandu yang lebih berpengalaman. Jadi pelajar otodidak sebetulnya tidak bisa sepenuhnya lepas dari campur tangan orang lain dalam memperoleh sebuah pengetahuan baru, hanya saja sebagian besar usaha yang dilakukan berdasarkan dari diri sendiri.
Kemampuan seseorang dalam menyerap informasi baru berbeda – beda, ada yang cepat tanggap dan ada yang loadingnya cukup lama. Beruntung bagi yang memiliki daya pemahaman suatu permasalahan secara cepat mereka cocok untuk belajar secara otodidak, cukup sekali dua kali diarahkan langsung paham dan bisa mengembangkannya.
Beda halnya dengan yang memiliki proses penyerapan informasi cukup lambat, mungkin sebenarnya ia kurang cocok dengan metode otodidak ini. Namun jika terpaksa harus melakukannya tidak perlu berkecil hati, ada salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jika mendapati suatu permasalahan yang tidak bisa diatasi sendirian. Yakni berani berdiskusi dengan orang lain yang lebih senior atau lebih ahli di bidang yang sama, cara semacam ini biasanya mudah dilakukan dengan cara masuk ke forum – forum kanal yang tersedia sesuai dengan bidang yang ingin dikuasai, seperti forum peternak ayam, forum belajar programming dll.
Dengan diskusi tersebut kita bisa bertukar pikiran dengan orang lain untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi.

4. Tekun dan Konsisten

Belajar secara otodidak ibarat menempuh perjalanan panjang melewati jalanan terjal dan penuh hambatan, tidak semua orang bisa berhasil sampai di titik akhir yakni mendapatkan keahlian sesuai yang diinginkan. Sebagian besar tersingkir di tengah jalan karena merasa tidak mampu dan menyerah ketika menghadapi rintangan yang menghadang di tengah jalan. Karena itu ketekunan dan kekonsistenan sangat diperlukan di sini.

Jika mau diukur dengan skala presentase antara pelajar di sekolah dan pelajar otodidak, ketekunan dan kekonsistenan yang diperlukan oleh masing – masing adalah 70% untuk pelajar sekolah, 99% untuk pelajar otodidak (penilaian versi Sholahknows.com). Bisa dilihat ketimpangan antara keduanya, kesimpulannya pelajar otodidak jauh harus jauh lebih tekun dan lebih konsisten dalam belajar untuk bisa mendapatkan hasil secara maksimal. 

Kenapa hal itu bisa terjadi? Tidak lain karena tanggung jawab keberhasilan proses pembelajaran hanya ada di beban pundak pelajar otodidak sendiri. Jika gagal ia tidak ada pihak lain yang berkewajiban memback up untuk membantu bangkit, jika stres tidak ada yang bertanggungjawab memberi motivasi/ membangkitkan semangat semua dilakukan dan diolah dengan tanggung jawab berada pada diri sendiri.


Jadi demikian tadi 4 hal yang perlu Anda ketahui dan dipersiapkan untuk memulai usaha belajar secara otodidak, kurang lebihnya silahkan berikan masukan pada kami di kolom komentar. Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat dan sebagai sarana menambah wawasan kita bersama. Sekian.

Belum ada Komentar untuk "Tips Persiapan Belajar Otodidak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel