Menyikapi Keberadaan Gadget, Game dan Internet Bagi Anak

Menyikapi keberadaan Game Bagi anak

Anak dan Permainan

Dunia anak - anak hingga remaja tentu masih kental dengan game atau permainan, tidak seperti orang dewasa yang pikirannya sudah cukup berkembang pada berbagai keinginan lain, seperti ingin hidup mandiri, ingin menjalin hubungan rumah tangga yang serius, ingin mewujudkan ambisi besarnya, ingin memberikan sumbangan kemanfaatan bagi orang lain, ingin dihargai dan dipandang oleh sesamanya, dll. Keinginan – keinginan semacam itu hampir tidak ditemukan pada anak - anak dan remaja, yang ada di pikiran mereka adalah ingin selalu bermain dan bersenang – senang.

Yang berat di zaman sekarang adalah semua orang hidup di dunia yang sesak oleh berbagai sarana pemuas nafsu bermain dan bersenang – senang. Tidak peduli generasi muda atau yang sudah dewasa, hampir semua teracuni olehnya, sehingga saat ini sulit membedakan antara orang dewasa dan anak muda. Banyak orang yang usianya masuk kategori tua tapi masih berpikiran sebagaimana anak kcil, masih suka bermain – main, bermalas – malasan, hanya ingin senang - senang dan sulit diajak berpikir serius.

Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peran signifikan gadget, tontonan televisi, internet, aplikasi game dan media sosial yang saat ini perkembangannya begitu pesat. Semua sarana tersebut tanpa disadari berpotensi menimbulkan efek candu yang sangat kuat. 

Anak - anak muda zaman dulu mungkin bisa dibilang cukup mendingan, jika ingin bermain, model permainannya masih berupa permainan tradisional yang kebanyakan berupa permainan fisik yang dilakukan di halaman rumah atau lapangan kampung, permainan – permainan tersebut jika terus menerus dimainkan akan terasa capek dan bosan, sehingga peluang untuk munculnya efek kecanduan bermain masih sangat kecil.

Sekarang zaman sudah berubah, semua model game atau permainan telah masuk ke tiap rumah bahkan tiap saku anak - anak secara digital didukung oleh berbagai sarana gadget dan internet. Orang tua banyak yang mengaku kesulitan untuk melakukan kontrol terhadap aktivitas dunia maya tersebut, terlebih jika kedua orang tua sibuk bekerja, secara otomatis perhatian kepada anak menjadi berkurang.

Kekhawatiran Orang Tua

Tanpa kontrol ketat dari orang tua, anak tidak lagi mengenal waktu saat berhadapan dengan gadget dan internet, terlebih ketika sudah kecanduan bermain game. Kecanduan yang sudah mencapai tahap akut bahkan bisa menghasilkan tindakan – tindakan sebagaimana yang dilakukan oleh pecandu narkotika. Ketika sakau dan tidak bisa memenuhi hasrat untuk bermain, tubuhnya akan terasa panas dingin, tidak bisa tidur, otak tidak bisa fokus, uring – uringan, atau melakukan hal – hal di luar kewajaran dengan tujuan untuk memenuhi keinginannya. Hal semacam ini tentu mengkhawatirkan.

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan karena aplikasi game saat ini memang sedang booming sekali dan begitu populer di kalangan generasi muda, hal ini berimbas pada berbagai sesuatu yang memiliki embel - embel gaming popularitasnya juga ikut meningkat. Bila diamati dengan seksama semua aplikasi game zaman sekarang memang secara khusus didesain agar penggunanya betah bermain lama – lama. 

Sebagian besar game zaman sekarang umumnya didesain dengan berbagai macam misi yang menantang untuk diselesaikan, setelah menyelesaikan satu misi akan ada reward yang didapatkan lalu disajikan misi berikutnya yang lebih menantang dengan reward yang juga semakin menarik, misi – misi tersebut ada secara terus menerus seperti tidak berujung. 

Ada juga sebagian game yang mengacu pada ungkapan “waktu bagaikan emas”, di dalamnya setiap pemain dituntut untuk selalu berpacu dengan waktu, biasanya setiap item dan beberapa menu diatur sedemikian rupa sehingga baru bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu, jika pemain ingin agar waktunya dipercepat ia harus membayar harga yang telah ditentukan pembuat game. Hal - hal inilah yang dikhawatirkan akan memiliki efek kuat membuat anak menjadi pecandu game jika orang tua tidak memberikan kontrol yang ketat terhadap aktivitas anak di depan gadget.

Penjelasan di atas memberi gambaran bahwa kemungkinan munculnya efek candu pada game sangatlah besar. Orang tua seharusnya memang khawatir terhadap perkembangan putra putrinya jika sudah berhubungan dengan dunia game.

Pencegahan Yang Perlu Dilakukan

Tidak bisa dipungkiri bahwa selain mengandung unsur keburukan, merusak, dan berbahaya, gadget, internet dan segala pernak pernik di dalamnya termasuk game juga bisa berpotensi mendatangkan manfaat yang cukup banyak, seperti menambah pengetahuan, menjalin pertemanan, berbagi momen menarik, update informasi, menambah koneksi, menghubungkan yang jauh hingga menghasilkan uang. 

Ya memang saat ini banyak ditemui orang yang bisa menghasilkan uang dari internet, mereka berjualan, menyediakan layanan jasa sesuai keahlian yang dimiliki, bermain saham, menjadi selebgram yang mendatangkan endorse, berkarya dengan membuat tulisan atau membuat sebuah video menarik dengan berbagai macam tema termasuk salah satunya menampilkan keahlian bermain game.

Maka selain kekhawatiran, orang tua juga harus memiliki kepekaan terhadap manfaat di atas. Oleh karena itu, melarang anak sepenuhnya untuk berhubungan dengan gadget dan internet bukan keputusan yang tepat. Internet saat ini bisa dikatakan juga merupakan kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi khususnya bagi orang yang profesinya berhubungan dengannya. Memperkenalkan anak pada internet juga merupakan kebutuhan meskipun tidak terlalu mendesak.

Namun kembali lagi tetap harus ada kontrol dan arahan yang ketat dan tepat dari orang tua. Arahan dan kontrol dimaksudkan agar anak bisa memetik manfaat yang begitu besar dari keberadaan internet untuk meningkatkan pola pikir dan merangsang anak menjadi kreatif dan produktif menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama yang mana hal itu secara otomatis bisa meminimalisir kemungkinan anak menjadi pecandu atau penikmat konten – konten yang tidak layak dikonsumsi.

Dalam proses kontrol dan arahan, yang perlu diperhatikan adalah pertama menanamkan sikap – sikap terpuji terlebih dahulu kepada anak seperti jujur, rajin, rendah hati, bertanggungjawab, suka mengalah, ringan tangan dan lain – lain dengan begitu kita tidak terlalu khawatir karena anak memiliki sistem imunitas dalam dirinya sendiri yang menjaganya dari hal – hal yang tidak diinginkan. 

Kedua, disiplin dalam membagi waktu, adakalanya anak boleh bermain internet, di saat yang lain anak tidak boleh melupakan kewajibannya di dunia nyata seperti membantu orang tua, mengerjakan tugas, bergaul dengan teman lain dan istirahat yang cukup.

Ketiga, sikap tegas. Terkadang anak bersikap manja dan sering merajuk kepada orang tua agar keinginannya dituruti dan tidak sedikit orang tua yang mungkin terlalu sayang sehingga gampang mengiyakan apapun yang diminta anak, jika diteruskan hal itu bisa menjadi boomerang di kemudian hari, oleh karena itu diperlukan sikap tegas demi kebaikan anak itu sendiri. Jika anak sudah tidak lagi bisa mematuhi 2 poin sebelumnya, orang tua perlu mengambil tindakan yang bijaksana.

Sekian, semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Menyikapi Keberadaan Gadget, Game dan Internet Bagi Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel