Kegiatan Untuk Mengisi Jam Kosong

kegiatan di jam kosong

Jam kosong adalah istilah yang dipakai pada saat di mana guru pengajar berhalangan hadir di kelas karena alasan tertentu. Diakui atau tidak itu adalah waktu yang dinantikan oleh hampir semua murid. Bahkan sebagian murid bisa dikatakan murid lebih menyukai jam kosong daripada jika diisi oleh gurunya. Hal semacam ini sering terjadi karena beberapa faktor seperti murid dalam keadaan suntuk, penat dan lelah, murid dalam kondisi mood yang buruk untuk belajar, guru mata pelajaran tidak terlalu disukai oleh murid atau faktor – faktor lainnya.


Untuk menanggulangi jam kosong, biasanya sekolah membuat kebijakan diadakan Guru Piket. Guru Piket bertugas untuk mengisi tiap ruang kelas yang sedang kosong karena guru pengajar berhalangan hadir. Hal ini perlu dilakukan karena ruang kelas yang jamnya kosong terkadang para murid di dalamnya menjadi tidak terkontrol. Seperti, ramai di kelas sehingga mengganggu kelas lain yang bersebelahan, kelayapan keluar kelas, atau bahkan mungkin saja akan dimanfaatkan oleh oknum – oknum murid untuk melakukan aksi pembullyan terhadap sesama temannya. Hal itulah yang ingin dihindari sehingga perlu dibentuk guru piket.

Terkadang guru piket merasa bingung mau mengisi kelas dengan kegiatan apa. Karena itu di sini kami akan memberikan rekomendasi kegiatan yang mending untuk dilakukan untuk mengisi jam kosong agar kegiatan belajar mengajar tetap produktif sebagaimana yang menjadi tujuan utama sekolah agar murid mendapatkan pendidikan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Berdiskusi

Berdiskusi adalah sarana yang baik untuk melatih banyak hal dalam proses pembelajaran murid. Di antaranya melatih keberanian berpendapat, keberanian mengajukan pertanyaan, merangsang otak untuk menalar, menyimpulkan dan mengkritisi suatu pendapat yang disampaikan dan berlatih etika dalam berkomunikasi.
Biasanya diskusi sering dilakukan di bangku perkuliahan, namun tidak ada salahnya jika diterapkan pada jenjang murid sekolah, SMP atau SMA, untuk jenjang SD kami rasa belum cocok, karena pengetahuannya masih terbatas dan masih sulit untuk diajak fokus dalam suatu masalah.
Diskusi yang dilakukan bisa dilakukan dengan santai dan cukup mengambil topik – topik yang ringan sekiranya sebagian besar murid menguasai topik tersebut, namun lebih baik jika bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Seperti, diskusi tentang penanggulangan sampah di lingkungan sekitar, tentang cara menghormati orang tua, tentang arti kesuksesan menurut masing – masing dan lain sebagainya.

2. Bercerita

Semua orang suka mendengarkan cerita, kecil besar, tua muda tanpa terkecuali. Hal ini bisa dijadikan salah satu opsi untuk mengisi ruang kelas yang sedang kosong. Salah satu manfaat bercerita adalah bisa menanamkan pesan - pesan kebaikan pada anak dengan tanpa susah payah menceramahi karena terkadang tidak semua murid suka dengan metode pemberian nasihat konvensional (ceramah), hal tersebut akan percuma karena hanya akan masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri, tidak akan menancap di hati.

Beda halnya dengan cerita, seseorang yang fokus mendengarkan dan meresapi cerita, otaknya akan terangsang untuk membuat simulasi mengimajinasikan cerita yang ia dengar, simulasi tersebut membuat seolah – olah orang itu masuk ke dalam cerita dan melihat langsung setiap adegan yang diceritakan. Dengan begitu tanpa disadari hasil imajinasi tersebut secara otomatis akan tersimpan di memori otak dan suatu saat ketika ia menghadapi suatu kejadian yang mirip dengan atau berkaitan dengan cerita yang pernah di dengar, memori tersebut seakan terpanggil kembali untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan.

Namun bercerita menjadi akan tantangan tersendiri bagi seorang guru piket karena tidak semua orang pandai bercerita. Agar menjadi sosok yang pandai bercerita maka mau tidak mau seorang guru harus memiliki stok cerita dan mulai berlatih untuk menceritakannya. Atau jika ingin lebih simpel tinggal diputarkan video – video yang berisi cerita yang mana terdapat banyak macamnya di internet.


3. Bermain Sambil Belajar

Opsi ini bisa dilakukan jika memang kondisi kelas sedang cukup santai dalam arti murid sedang tidak memiliki tugas yang harus diselesaikan. Permainan bisa dilakukan di dalam kelas atau bisa di luar kelas, tergantung kebutuhan. Intinya sebisa mungkin jangan sampai mengganggu kelas lain yang sedang belajar dengan keramaian atau kegaduhan.

Bermain bisa merefresh otak murid yang sudah berada dalam kepenatan belajar. Namun permainan yang dimaksud di sini adalah permainan yang sifatnya mendidik bukan bermain untuk senang – senang. Kalau bisa diusahakan permainannya bukan permainan yang melelahkan secara fisik kecuali jika jam kosong yang diisi adalah jam terakhir karena jika para murid kelelahan efek buruknya akan berimbas pada jam mata pelajaran selanjutnya, di mana murid menjadi loyo dan tidak fokus pada pelajaran. Ini perlu menjadi catatan.

4. Berkunjung Ke Perpustakaan

Salah satu cara mendekatkan anak pada dunia literasi (membaca dan menulis) adalah dengan mengakrabkannya pada perpustakaan, jam kosong adalah momentum yang cukup tepat untuk melakukan hal itu, karena terkadang terlalu padatnya jam mata pelajaran murid setiap harinya membuat waktu untuk berkunjung ke perpustakaan menjadi sempit, ketika mendapat waktu luang kebanyakan siswa lebih memilih untuk memanfaatkannya untuk bermain daripada harus ke perpustakaan. 

Guru piket sesekali bahkan bila perlu setiap kali ada jam kosong tidak ada salahnya untuk mengajak para murid berkunjung ke perpustakaan, untuk permulaan murid dibebaskan saja mau apa di dalamnya asalkan masih dalam batas wajar, selanjutnya untuk kunjungan kedua ketiga dan seterusnya mulai diarahkan untuk membaca buku yang diminati, lalu berlanjut membuat rangkuman dari apa yang dibaca, menyelesaikan tugas di kelas dengan buku yang di sediakan di perpus dan lain sebagainya. Tinggal menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dan perlu dipastikan kembali agar semua murid sekelas ikut berkunjung tanpa terkecuali.

Demikian beberapa rekomendasi kegiatan bermanfaat yang bisa dijadikan opsi untuk mengisi jam kosong di kelas. Sebenarnya masih ada banyak hal lain yang bisa dilakukan selain 4 poin di atas. Anda bisa berkreasi dalam kegiatan – kegiatan lain sesuai yang diinginkan. Intinya apa pun kegiatan yang dilakukan harus berprinsip pada edukasi, produktivitas dan kemanfaatan.


Sekian, semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Kegiatan Untuk Mengisi Jam Kosong"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel