Pengertian, Penerapan dan Manfaat Qona'ah Dalam Kehidupan Sehari - hari

Untuk melangsungkan kehidupannya di dunia, manusia perlu berusaha mencukupi berbagai kebutuhan dasarnya, baik jasmani maupun rohani. Dalam proses usaha yang dilakukan berbagai macam godaan datang pada manusia sebagai bentuk ujian apakah akan melalaikan Tuhan atau tetap percaya dan tunduk kepadaNya. Godaan tersebut salah satunya berbentuk rasa tidak puas dengan apa yang didapatkan. Sudah dapat kecukupan minta lebih, dikasih lebih minta lebih banyak lagi, lagi dan lagi. Itulah yang disebut dengan Nafsu Keserakahan.

penjelasan tentang qona'ah

Untuk melawan nafsu keserakahan, Tuhan memberikan tips khusus kepada manusia agar senantiasa bersifat sebaliknya yaitu Qona’ah. Apa yang dimaksud qona’ah? Bagaimana cara menerapkan qona’ah dalam kehidupan sehari – hari? Apa manfaat dari sifat qona’ah? Kita akan membahasnya bersama dalam uraian - uraian berikut.

Pengertian Qona'ah

Dari segi bahasa, kata Qona’ah diambil dari Bahasa Arab yang berasal dari kata “Qoni’a Yaqna’u”, dalam kamus Al-ma’aani ia memiliki arti, menjadi puas; bersedia menerima; kerelaan atau berkeyakinan. Jika dijabarkan dalam dalam pemaknaan secara istilah, maka qona’ah berarti rela atau bersedia menerima apapun ketentuan Tuhan yang telah, sedang dan akan ditetapkan atas diri seseorang.

Bagi orang – orang yang beriman, mereka percaya bahwa ketentuan Tuhan meliputi segala aspek kehidupan. Di langit, Bumi, dan antara keduanya, jasmani atau rohani, semua tidak bisa lepas dari ketentuanNya. Jadi qona’ah sebenarnya harus selalu ada dalam segala situasi dan kondisi, ia perlu dijadikan acuan dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan sehari – hari. Pengambilan keputusan dan bertindak yang tanpa disertai dengan pertimbangan qona’ah, akan menjadikan seseorang lalai dan akibatnya ia dengan mudah tertipu untuk berbuat serakah.

Penerapan Qona'ah dalam Kehidupan Sehari - Hari

Dalam kehidupan sehari – hari, umumnya orang laki – laki bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, berbagai macam profesi dijalani sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Sedangkan seorang wanita umumnya menjadi ibu rumah tangga dengan fokus mengatur berbagai urusan rumah tangga seperti merawat anak – anak dan sebagai wakil pemimpin di rumah ketika suami tidak ada di rumah. Masing – masing mencurahkan segala tenaga, akal pikiran dan saling membantu untuk membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Agar berhasil mencapai tujuan kebahagiaan tersebut masing – masing harus memiliki sifat qona’ah yang diwujudkan melalui rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat dan senantiasa berbaik sangka kepadaNya.

Dalam kondisi hidup penuh dengan kenyamanan dan kecukupan mungkin membuat sifat ini terlihat mudah untuk diterapkan, namun hidup dengan kondisi yang monoton dalam kenyamanan secara terus menerus tentu akan membosankan, sama halnya ketika berkendara jauh terus menerus melewati jalan yang mulus lama kelamaan akan ngantuk dan kewaspadaan menurun, untuk itu terkadang Tuhan sengaja mengetes dengan sakit, musibah, kerugian atau sejenisnya. Dengan itu Dia menyaring siapa saja di antara manusia yang benar - benar memiliki kualitas qona’ah yang tinggi yang mana dalam kondisi bagaimanapun tetap akan berpuas diri dengan ketentuan dariNya, tetap bersyukur dan tetap berbaik sangka kepadaNya.

Terkadang sebagian orang keliru dalam memahami cara penerapan qona’ah. Mereka menganggap bahwa sifat qona’ah menjadikan seseorang menjadi malas dan tidak mau berusaha hanya menunggu ketentuan Tuhan yang ditetapkan atas dirinya. Apakah benar demikian? Tentu tidak, ini pemahaman yang menyesatkan. Kembali ke pembahasan paragraf pertama bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia semua orang secara tidak langsung ‘dipaksa’ oleh Tuhan untuk mau berusaha dan bekerja keras dalam memenuhi segala kebutuhan, butuh makan memasak dulu, tidak ada yang dimasak, bercocok tanam dulu, butuh minum berjalan dulu ke sumur, sungai, danau dll untuk mengambil air. Maka bagaimana logikanya jika seseorang hanya mau bermalas – malasan menunggu takdir.

Sebenarnya selain mengajarkan tentang qona’ah Tuhan juga mengajarkan manusia untuk saling membantu dan saling berlomba menjadi orang yang paling bermanfaat satu sama lain. Orang yang malas dan hanya menunggu takdir Tuhan, tentu akan menyalahi ajaran ini. Bagaimana ia bisa membantu dan bermanfaat bagi sesama jika mengusahakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri saja ia malas?

Qona’ah memainkan perannya dalam berbagai macam bentuk, seperti merasa puas dan rela menerima segala ketetapan Tuhan dengan menjaga dan merawat dengan baik segala pemberiannya dan dengan mensyukuri apa pun hasil dari usaha yang telah dilakukan dengan sungguh – sungguh dan mencurahkan segala upaya yang dimiliki.

Misalnya seorang siswa belajar dengan giat dengan harapan bisa mendapat nilai yang bagus dan menjadi juara kelas, namun kenyataannya tidak demikian, di akhir masa pembelajaran ia hanya menduduki peringkat menengah dikalahkan oleh teman – temannya. Jika tidak memiliki sifat qona’ah siswa tersebut cenderung akan bersikap dan berpikir negatif, seperti tidak lagi bersemangat belajar, menyalahkan takdir, merasa guru salah dalam memberi nilai atau menyalahkan orang – orang di sekelilingnya, sedangkan dengan sifat qona’ah ia akan cenderung bersikap dan berpikir positif, seperti ia tetap akan semangat belajar, ia mungkin bisa mengambil hikmah bahwa kondisi ini sebagai bentuk peringatan dari Tuhan karena salah tujuan dalam belajar, atau kemungkinan positif lainnya.

Berbagai contoh lain dalam kehidupan bisa dianalogikan dengan contoh di atas. Dalam dunia kerja, dunia usaha, jual beli, rumah tangga, pendidikan, kesehatan dll. Kata kuncinya adalah efek positif yang ditimbulkan dari sifat qona’ah yang tertanam dalam hati.

Manfaat Qona'ah

Dari penjelasan di atas kita menjadi tahu bahwa sifat qona’ah jika dikelola dengan baik akan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita sehari – hari. Berikut di antaranya :

  - Menjadikan seseorang pantang menyerah dalam berusaha
  - Menentramkan hati
  - Mempercepat seseorang dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki.
  - Mempermudah seseorang dalam mendapatkan hikmah dalam setiap kondisi yang dialami
  - Mudah bersyukur
  - Dijauhkan dari keserakahan yang selalu menimbulkan kerusakan dan kesengsaraan.

Demikian uraian singkat yang bisa kami paparkan tentang qona'ah, semoga bermanfaat dan semoga kita semua bisa menerapkan apa yang sudah kita fahami dalam kehidupan sehari - hari. amin.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, Penerapan dan Manfaat Qona'ah Dalam Kehidupan Sehari - hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel