Belajar Menemukan Tujuan Hidup yang Sejati

Seorang bijak pernah merumuskan bahwa sesuatu yang diciptakan, dibentuk atau disusun secara kompleks dan teratur tentu memiliki sebuah tujuan di dalamnya. Misalnya sebuah rumah yang tersusun dari berbagai bahan kompleks (Kayu, batu, pasir, besi dll) kemudian bahan – bahan tersebut dicampur dan disusun secara teratur dan terukur mulai pondasi, tiang hingga atap, tentu hal itu dibuat dengan maksud tertentu yakni untuk dijadikan sebuah tempat tinggal yang nyaman bagi pemiliknya.

menemukan tujuan hidup

Beda halnya jika sesuatu yang tergeletak acak – acakan (tidak teratur), walaupun terdapat banyak benda di antaranya (kompleks) belum tentu ia memiliki sebuah tujuan. Ada kemungkinan ia hanya tersusun dengan asal tanpa maksud tertentu, seperti tumpukan barang di gudang atau tumpukan sampah yang menggunung di sembarang tempat.

Dari penjelasan tersebut timbul sebuah pertanyaan, bukankah alam semesta yang kita tempati tersusun secara teratur dan mengandung berbagai unsur yang begitu kompleks? Planet - planet, meteor, bintang, tata surya, galaksi, dan lain sebagainya. Semuanya dikelola secara terukur dan akurat, tidak ada kecacatan sedikit pun di dalamnya. Begitu pula dengan bumi dan semua benda yang ada di dalamnya, tanpa sebuah keteraturan ia tidak akan bisa mendukung sebuah kehidupan seperti saat ini.

Dan coba perhatikan tubuh kita sendiri, mulai dari ujung rambut hingga kaki, segala proses pertumbuhan dan perkembangan sejak bayi, dewasa hingga tua, semua tercipta secara kompleks dan teratur yang mana hingga saat ini tidak ada satu pun ilmuwan bahkan gabungan dari seluruh ilmuwan yang bisa menciptakan hal serupa, meskipun didukung berbagai peralatan serba canggih dan modern termutakhir. Semua ini adalah maha karya luar biasa, sebuah master piece dari Sang Maha Pencipta.

Intinya, semua hal yang ada di alam semesta yang menyertai dan mendukung kehidupan manusia di muka bumi tentu memiliki sebuah tujuan. Sedangkan kita sebagai manusia adalah pelaku utama dalam kehidupan, maka kita berkewajiban untuk mencari dan menemukan tujuan hidup kita yang sejati. Hal ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan karena menemukan tujuan hidup ibarat menemukan peta kehidupan. Dengan peta tersebut apa yang kita jalani dalam kehidupan menjadi lebih terarah dan lebih bermakna.

Tujuan hidup setiap orang mungkin saja berbeda satu dengan yang lain, perbedaan ini disebabkan tingkat kesadaran yang dimiliki, tingkat kesadaran tersebut akan terus berkembang seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Orang yang masih dalam kesadaran anak – anak tentu memiliki tujuan hidup berbeda dengan orang dewasa yang memiliki tingkat kesadaran lebih tinggi, antar sesama orang dewasa pun tidak menutup kemungkinan memiliki tujuan hidup yang berbeda tergantung tingkat kesadaran yang mereka miliki. Maka, untuk menemukan tujuan hidup yang lebih jelas dan sejati kita dituntut untuk terus belajar dan belajar.

Dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki saat ini, kami menyimpulkan bahwa tujuan hidup adalah sebagai berikut :

1. Menemukan Kebahagiaan Sejati

Terlihat simpel dan sederhana bukan? Ya begitulah. Semua yang dilakukan manusia saat ini sebenarnya bermuara pada tujuan tersebut, yakni menemukan sebuah kebahagiaan dalam hatinya. Ketika kecil seorang anak wajar jika selalu ingin bercanda, bermain, ingin memiliki berbagai mainan yang lagi ngetrend atau sejenisnya, dalam pikirannya dengan melakukan itu akan muncul kebahagiaan dalam hatinya. Namun ketika beranjak dewasa, ia mulai menyadari bahwa mainan – mainan tersebut tidak lagi menarik, maka ia  butuh mencari sumber kebahagiaan lain yang bisa memuaskannya.

Kebahagiaan yang ingin dituju ketika dewasa jika dilihat lebih detail terbagi menjadi dua, yakni kebahagiaan semu dan kebahagiaan sejati. Dalam kehidupan sehari – hari lebih banyak orang tertipu dan tergoda untuk mendapatkan kebahagiaan semu, sebagian orang bahkan tidak bisa menemukan kebahagiaan sejati yang seharusnya menjadi tujuan hidupnya hingga akhir hayat karena terus menerus tertipu oleh kesemuan - kesemuan. 

Kebahagiaan semu ini semakin dikejar membuat orang semakin merasa tidak tenang dan kehilangan kedamaian dalam diri, bagaikan meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Tapi ia memiliki daya tarik tersendiri yang sangat kuat karena kompatibel dengan segala nafsu dan hasrat keinginan dalam diri manusia.

Sedangkan kebahagiaan sejati terdapat di dalam hati, ia lebih sulit di dapatkan atau lebih tepatnya orang – orang tidak ingin mendapatkannya karena sifatnya non-materiil dan tidak begitu menarik. Untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati memerlukan usaha yang maksimal. Bukan usaha untuk mencarinya, namun usaha untuk memaksa diri melawan berbagai godaan ketertarikan pada kebahagiaan semu yang menutup mata. 

Semua usaha itu suatu hari akan terbayar lunas ketika seseorang berhasil mencapai tingkat kesadaran tertentu di mana kebahagiaan sejati berada. Pada saat itu hatinya akan diliputi ketenangan dan kedamaian walaupun ia berada dalam kondisi tidak memiliki materi.


2. Menemukan Jalan Kembali Pada Tuhan

Poin kedua ini sebenarnya berkaitan erat dengan poin sebelumnya. Agama mengajarkan bahwa tujuan akhir kehidupan setiap makhluk termasuk manusia pada akhirnya adalah kembali kepada Tuhan sang Maha Pencipta. Tidak ada kemungkinan lain selain itu. Yang jadi masalah ada dalam keadaan bagaimana ia kembali padaNya, apakah dalam keadaan bahagia atau dalam keadaan takut dan cemas karena terlambat menyadari betapa Tuhan selama ini telah begitu baik kepadanya, namun ia malah mengingkari dan berlaku aniaya terhadap diri sendiri.

Jika berbicara untung rugi, ajaran agama sebenarnya menyebutkan bahwa Tuhan memberi jaminan bahwa kebahagiaan sejati akan bisa didapatkan secara otomatis jika seseorang mau menerapkan seluruh ajaran kebaikan yang telah diajarkan oleh Tuhan dalam kehidupannya sehari – hari. Selain itu, dengan menerapkan ajaran agama seseorang dijamin akan bisa menemukan jalan kembali pada Tuhan yang mana hal itu menjadi tujuan hidup setiap manusia.

Untuk mendapatkan semua itu tentu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu usaha maksimal dalam menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari – hari. Ajaran agama begitu luas, bukan hanya terbatas pada ritual – ritual keagamaan, lebih jauh dari itu yakni ajaran agama yang mengatur hubungan antar sesama manusia dan ajaran agama yang menerangkan bagaimana cara untuk melawan hawa nafsu duniawi. Semua harus dilakukan dengan seimbang atau sesuai porsinya masing – masing.

Untuk bisa melakukan itu semua lagi – lagi diperlukan pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang luas sehingga tidak mudah tertipu oleh hal – hal yang seakan – akan baik atau seakan – akan merupakan petunjuk dari Tuhan namun ternyata menipu dan menyesatkan. Kasus semacam ini banyak terjadi dalam kehidupan, dan itu semua adalah ujian yang harus dilewati oleh siapapun yang ingin mencapai tujuan akhir kehidupan yakni menemukan jalan kembali pada Tuhan.

Demikian uraian singkat tentang tujuan hidup yang perlu kita tentukan sejak dini, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Wallohua’lam.

Belum ada Komentar untuk "Belajar Menemukan Tujuan Hidup yang Sejati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel